https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Produksi Sawit Turun, Harga Sulit Naik

Produksi Sawit Turun, Harga Sulit Naik

TBS sawit, foto : Dok kabarsawit

Bengkulu, kabarsawit.com - Produksi tandan buah segar kelapa sawit di Bengkulu terus mengalami penurunan. Penurunan ini pun sulit untuk menaikkan harga. Bahkan saat ini, harga minyak sawit di Bengkulu terus turun ke Rp 2 ribu per kilogram.

Dr. Ansori Tavakal SE MM, Pengamat Ekonomi Universitas Dehasen di Bengkulu, mengatakan penurunan harga TBS sawit terus terjadi akibat turunnya harga CPO. Makanya, meskipun produksi kelapa sawit mengalami penurunan, hal ini tidak serta merta menyebabkan kenaikan harga TBS kelapa sawit.

"Penurunan produksi TBS sawit di tingkat petani bukan jaminan dapat berkontribusi pada kenaikan harga kelapa sawit," kata Ansori (19/5).

Menurut Ansori, harga kelapa sawit di Bengkulu diperkirakan akan turun di bawah Rp 2 ribu per kilogram dalam waktu dekat. Harga tersebut dapat naik, mengingat permintaan CPO terus menurun.

"Kami perkirakan harga TBS sawit akan turun dalam waktu dekat karena permintaan yang lebih rendah dari luar negeri," pungkasnya.

Meskipun demikian, menurut pernyataan Idius Safari, perwakilan PT BSL, situasi ini menjadi perhatian besar. Dia mengatakan sulit untuk memproduksi CPO dalam jumlah banyak.

"Bagaimana pabrik kelapa sawit ingin meningkatkan produksi CPO jika jumlah TBS tidak begitu banyak," kata Idius.

Idius menjelaskan, dalam kondisi operasional normal, pabrik PT BSL akan membutuhkan sekitar 700-800 ton TBS per hari dan sekitar 35 ton per jam. Namun, saat ini pasokan TBS yang masuk ke pabrik hanya 400-500 ton per hari, yang berdampak negatif terhadap produktivitas pabrik.

"Pasokan TBS kelapa sawit dari petanis sawit menurun, yang otomatis mengurangi produksi minyak sawit di Bengkulu," katanya.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berencana memberikan dukungan lebih lanjut kepada petani kelapa sawit. Rencana tersebut mencakup pelatihan metode pertanian yang lebih efisien, pengenalan varietas kelapa sawit yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang sulit, dan memastikan distribusi pupuk dan pestisida yang tepat.

"Kami terus melatih petani untuk meningkatkan produksi minyak nabati," katanya.

Zainal Muktamar, Pengamat Pertanian Bengkulu menekankan pentingnya memperkenalkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan hasil kelapa sawit. Teknologi seperti pemantauan tanaman yang lebih baik, penggunaan pupuk yang dipilih dengan tepat, dan metode irigasi yang efektif dapat membantu petani mengatasi kesulitan produksi.

"Tentunya para petani kelapa sawit di Bengkulu harus menerapkan metode pertanian modern untuk meningkatkan hasil kelapa sawit," pungkasnya.