https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Hati-hati Memanfaatkan Bibit Sawit Cabutan!

Hati-hati Memanfaatkan Bibit Sawit Cabutan!

Areal pembibitan kelapa sawit: bukan bibit sawit cabutan. foto: aziz

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit di Bengkulu masih ada yang memanfaatkan bibit sawit cabutan, hati-hati bisa rugi.

Menurut Pakar Pertanian Bengkulu, Prof. Dr. Zainal Muktamar, bibit sawit cabutan adalah bibit yang tumbuh dari biji yang jatuh dari pohon kelapa sawit unggul. Di Bengkulu, masih ada petani kelapa sawit yang memanfaatkan bibit kelapa sawit cabutan. Mereka mengira hasil produktivitasnya akan sama dengan induknya.

"Masih ada petani kelapa sawit memanfaatkan bibit yang tumbuh dibawah pohon kelapa sawit unggul, bibit yang dicabut lalu kemudian ditanam dikebun kelapa sawit," kata Zainal kepada kabarsawit.com, kemarin (7/1/23).

Zainal mengaku, petani kelapa sawit masih banyak yang belum memahami risiko dari menanam pohon kelapa sawit cabutan itu. Akibatnya, petani yang  akan rugi, sebab pohon kelapa sawit dari bibit cabutan jika telah mencapai usia lima tahun keatas tidak akan mampu lagi menghasilkan buah yang baik.

"Mungkin pada umur tiga tahun sawitnya telah menghasilkan buah, tapi setelah diatas lima tahun itu tidak akan bisa berbuah lagi meskipun diberikan pupuk yang cukup," katanya.

Zainal mengingatkan agar petani tidak memanfaatkan bibit kelapa sawit yang diperoleh dari cabutan, sebab benih tersebut bukan merupakan benih unggul.

"Pohon kelapa sawit tidak akan mampu berbuah maksimal, karena itu bukan bibit dari benih unggul, meskipun induknya unggul, tapi tidak serta merta menjadikan bibit itu unggul," ujarnya.

Menurut Zainal, kelapa sawit merupakan investasi masa depan, kalau hanya berbuah sampai usia lima tahun tentu akan merugikan petani, lebih baik menggunakan bibit unggul dari PPKS.