https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Waspada, Beli Pupuk Kok Dapat Bonus Fantastis

Waspada, Beli Pupuk Kok Dapat Bonus Fantastis

Iluatrasi seorang petani memupuk sawit. foto: mreza uyu/Ist

Bengkulu, kabarsawit.com – Hati-hati membeli pupuk yang dijual dengan sistem multi level marketing, meskipun iming-iming bonus fantastis, kualitasnya belum tentu teruji.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengingatkan petani kelapa sawit agar berhati-hati memanfaatkan pupuk yang diproduksi oleh perusahaan dengan sistem penjualan multi level marketing (MLM) yang mulai marak belakangan. Meskipun iming-iming bonus fantastis, mulai dari kendaraan roda empat hingga rumah mewah.

Sebab menurut Ricky, selain harga pupuk yang dijual oleh perusahaan dengan sistem MLM bisa mencapai angka Rp 250 ribu per kilogram, jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga pupuk pada umumnya, kualitasnya juga belum tentu teruji.

"Lebih baik beli pupuk yang kualitasnya sudah teruji saja, sebab pupuk yang dijual dengan sistem MLM biasanya harganya lebih mahal dan kualitasnya juga belum tentu teruji," kata Ricky kepada kabarsawit.com, kemarin (7/1/23).

Menurut Ricky, penjualan pupuk dengan sistem MLM lebih mengedepankan nilai bisnis ketimbang kualitas produk, bisa dibilang hanya mengutamakan keuntungan yang tinggi dengan modal rendah.

“Bayangkan saja, pupuk dengan berat 100 gram dijual dengan harga Rp 25 ribu. Padahal, dengan uang sebesar itu, sudah bisa membeli pupuk NPK seberat 1 kilogram lebih,” ujar Ricky.

Ricky menyayangkan, selama ini, telah banyak petani kelapa sawit sudah menjadi korban. Bahkan menurutnya mereka terpaksa harus tetap menjalani bisnis ini karena mengaku sudah terlanjur.

"Kalau sudah terlanjur ikut bisnis ini biasanya pasti akan mencari konsumen lain lagi untuk gabung, padahal pupuk ini belum tentu menguntungkan petani itu sendiri," tuturnya.

Ricky mengatakan, kebanyakan dari petani tergiur dengan bisnis plane produk tersebut, sebab menurutnya bonus tinggi telah menanti jika mencapai target penjualan dengan jumlah tertentu. Bahkan iming-iming berkesempatan mendapatkan bonus berupa mobil pajero sport hingga rumah mewah.

"Karena iming-iming yang tinggi tadi, banyak petani kelapa sawit kita yang tergiur dan menjadi korbannya, kita minta petani pahami dulu sistemnya bagaimana, jangan asal gabung saja, apalagi menjual pupuk produksinya, karena belum tentu semua petani mau membeli produk itu dan belum tentu kualitas produknya teruji," tutupnya.