Dorong Akademisi Maksimalkan POME
Rektor Universitas Bengkulu, Retno Agustina Ekaputri. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Universitas Bengkulu (UNIB) mendorong para akademisi dan peneliti untuk melakukan riset yang lebih intensif dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau yang dikenal dengan sebutan Palm Oil Mills Effluent (POME). Hal ini dilakukan karena pemanfaatan POME di Bengkulu saat ini belum begitu maksimal.
Menurut Rektor Universitas Bengkulu, Retno Agustina Ekaputri, pemanfaatan POME memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
"POME mengandung senyawa organik yang kaya dan berpotensi sebagai sumber bahan baku untuk industri farmasi, listrik, dan pupuk organik," ungkap Retno, kemarin.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan POME juga dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan begitu, pencemaran air dan tanah dapat diminimalisir.
"Dengan memaksimalkan pemanfaatan POME, kita dapat mengurangi pencemaran air dan tanah serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh limbah kelapa sawit," jelasnya.
Dalam rangka menggali potensi tersebut, UNIB telah mendorong para dosen dan mahasiswa yang berkompeten di bidang kimia, biologi, dan teknik lingkungan. Mereka diminta untuk mengidentifikasi cara-cara inovatif dalam memanfaatkan POME secara optimal.
"Kita minta dosen dan mahasiswa yang berkompeten untuk mengidentifikasi cara-cara inovatif dalam memanfaatkan POME secara optimal," tuturnya.
Pemerintah setempat juga memberikan dukungannya terhadap langkah ini. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyatakan bahwa inisiatif Unib dalam memanfaatkan POME sangat positif.
"Kami berharap hasil riset ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit dan berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," ujarnya.
Dengan upaya yang dilakukan oleh Universitas Bengkulu dan dukungan dari pemerintah setempat, diharapkan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit di Bengkulu dapat dioptimalkan dengan menghasilkan produk-produk yang bernilai tambah, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.








