https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit Jangan Tergiur Ini

Petani Sawit Jangan Tergiur Ini

Ilustrasi: warsito

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit belakangan menjadi incaran investasi, hati-hati investasi bodong.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro mengingatkan petani khususnya petani kelapa sawit agar waspada terhadap tawaran investasi. Pasalnya, penawaran investasi tersebut dikhawatirkan bodong.

Menurutnya, petani kelapa sawit di Bengkulu menjadi incaran yang dianggap potensial untuk berinvestasi, sebab hampir 60 persen profesi masyarakat Bengkulu adalah petani kelapa sawit, apalagi yang berada di pelosok dan jauh dari kota.

Menurut Tito, kegiatan investasi masih kerap terjadi di masyarakat, terlebih petani sawit yang berada jauh dari pusat kota. Walaupun telah dilakukan pemblokiran terhadap akun investasi bodong tersebut tetap saja akan bermunculan kembali dengan skema bisnis dan penawaran yang baru.

"Waspadai tawaran investasi pada tahun 2023 ini, jangan sampai jadi korban khususnya petani sawit menjadi korban investasi bodong ini," kata Tito kepada kabarsawit.com, kemarin (7/1/23).

Menurutnya, petani kelapa sawit sering menjadi korban investasi bodong sebab minimnya pengetahuan. Mereka hanya paham tentang investasi di sektor perkebunan. Namun, mereka akan tertarik dengan tawaran investasi dengan profit menggiurkan.

"Kami minta agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan profit pengembalian tinggi apalagi dalam waktu singkat, dipastikan itu investasi bodong," ujarnya.

Ia mengaku, investasi bodong adalah kegiatan investasi yang tidak legal dengan menawarkan iming-iming pengembalian profit yang fantastis. Bahkan dijanjikan keuntungan tinggi bisa mencapai angka 30 persen setiap bulannya.

Walaupun Tito mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari petani kelapa sawit di Bengkulu yang menjadi korban investasi bodong. Namun, berdasarkan informasi, rata-rata korban investasi bodong di Bengkulu kebanyakan adalah petani kelapa sawit.

"Sampai searang belum ada laporan sih, tapi kita ingatkan agar petani kelapa sawit jangan mudah tergiur investasi bodong, investasi di sektor perkebunan kelapa sawit sudah cukup menguntungkan kok mengapa harus tergiur dengan investasi bodong," tuturnya.

Tito menjelaskan, investasi sektor perkebunan kelapa sawit mampu memberikan keuntungan yang lebih baik dan terpercaya dibandingkan investasi bodong. Jika dalam satu hektar kebun sawit mampu menghasilkan rata-rata Rp. 2 juta per dua minggu maka perbulan sudah menghasilkan Rp. 4 juta.

"Secara hitungan memang belum begitu besar, tapi ini adalah investasi yang lebih realistis dan aman dibandingkan investasi lainnya yang beresiko, apalagi investasi bodong, berharap untung malah jadi buntung," tutupnya.