Diminta Naikkan Upah Angkut TBS, Pemilik Kebun Sawit Ngaku Masih Wajar
Aktifitas bongkar muat TBS Sawit di Bengkulu Tengah. foto: sangun doya
Bengkulu, kabarsawit.com – Dianggap masih dalam batas wajar, pemilik kebun enggan naikkan upah angkut buah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.
Adalah Yanto (32) seorang buruh angkut TBS di Kabupaten Bengkulu Tengah bercerita, upah angkut buah sawit dari dalam menuju luar kebun menurutnya tergolong masih sangat rendah, tenaganya hanya dihargai Rp.300 per kilogram. Tarif itu sudah berlangsung sejak lama, belum ada kenaikan sampai sekarang.
"Dari dulu sampai sekarang upah angkut buah sawit dari lokasi menuju ke luar kebun masih tetap sama, Rp. 300 per kilogram, enggak ada perubahan," kata Yanto kepada kabarsawit.com, Minggu (8/1).
Padahal menurut Yanto, semestinya upah angkut bisa berbanding dengan peningkatan harga TBS kelapa sawit yang terus meningkat belakangan, tapi pada kenyataanya tidak, harga upah buruh angkut TBS sawit masih tetap sama.
Yanto membandingkan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), jika BBM naik maka tidak bisa dipungkiri secara otomastis kebutuhan hidup juga bakal ikut naik menyesuaikan harga BBM.
"Coba kalau harga BBM naik, otomatis kebutuhan hidup juga tidak bisa dikompromi akan ikut naik juga. Tapi yang mengherankan, harga TBS naik tidak otomatis diikuti dengan kenaikan upah angkut," ujar Yanto.
Menurut Yanto, idealnya saat ini upah angkut TBS sawit adalah Rp. 600 per kilogram. Tetapi pemilik kebun masih enggan menaikkan. Sebab hampir semua pemilik kebun keberatan. Malah ada yang ngaku rugi jika menambah biaya angkut.
"Harusnya Rp. 600 per kilogram, tapi yang punya kebun enggak mau naikkan, malah mereka bilang rugi kalau dinaikkan jadi Rp.600," ungkapnya.
Pengakuan Yanto, seringkali ia harus rela berbagi dengan teman lainnya. Sebab pekerjaan itu tidak bisa dilakuan sendiri, dua orang sekali angkut. Rata-rata ia mengangkut TBS satu hingga tiga ton per hari.
"Upah itu masih harus dibagi dua, sebab enggak mungkin dikerjakan sendiri, harus berdua, jadi ya gimna lagi, mau enggak mau harus dibagi dua duitnya," tutupnya.
Sementara itu, Efrian, salah satu pemilik kebun sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah mengaku, upah angkut TBS kelapa sawit saat ini masih tergolong wajar. Sebab, ia menilai penghasilan buruh angkut TBS sudah cukup tinggi, rata-rata bisa mengangkut TBS 1 hingga tiga ton per hari.
"Itu upah yang masih wajar, dan itu sudah termasuk besar, kalau kita hitung rata-rata per hari mereka bisa mengantongi duit sampai dengan Rp.340 ribu saja, bayangkan kalau sebulan sudah berapa," tutupnya.





