https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit di Bengkulu Bisa Jadi Pelopor Kesehatan Masyarakat

Petani Sawit di Bengkulu Bisa Jadi Pelopor Kesehatan Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes.

Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes menilai petani sawit dapat menjadi pelopor kesehatan di masyarakat. 

Yang disampaikan Herwan ini bukan tanpa alasan. Sebab aktivitas pekerjaan petani sawit setiap harinya selalu melibatkan kerja fisik, yang bagian dari kegiatan olahraga.

"Bekerja di kebun sawit melibatkan berbagai aktivitas fisik, seperti berjalan, mengangkat beban, dan melakukan gerakan tubuh lainnya. Ini dapat dianggap sebagai bentuk olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan," kata Herwan, kemarin. 

Menurut Herwan, aktivitas fisik yang dilakukan oleh petani sawit membawa manfaat kesehatan yang signifikan. Gerakan-gerakan tersebut dapat membantu memperkuat otot, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan kardiovaskular dan kebugaran fisik secara keseluruhan. 

"Dalam konteks ini, petani sawit berpotensi menjadi pelopor dalam menggalakkan gaya hidup aktif dan sehat di masyarakat," ujar Herwan.

Pernyataan Herwan ini mendapat tanggapan positif dari beberapa petani sawit di Bengkulu. Salah satu petani sawit di Kabupaten Bengkulu Utara, Budi Santoso, menyambut baik pandangan tersebut. Menurutnya, bekerja di kebun sawit selain memberikan manfaat ekonomi juga dapat memberikan manfaat kesehatan.

"Kami senang mengetahui bahwa pekerjaan kami tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga manfaat kesehatan. Ini memberi motivasi kepada kami untuk terus bekerja dengan semangat dan menjaga kebugaran kami," ujar Budi.

Namun, beberapa pihak skeptis terhadap pandangan ini. Beberapa ahli kesehatan menganggap bahwa meskipun pekerjaan di kebun sawit melibatkan aktivitas fisik, faktor-faktor lain seperti paparan pestisida dan polusi udara juga perlu diperhatikan. 

Mereka menekankan pentingnya petani sawit mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan mereka secara menyeluruh.

"Walaupun itu termasuk olahraga, tapi kalau petani menghirup pestisida dan asap di kebun, itu tentu juga tidak membuat mereka menjadi sehat," kata Dr Mirna, Ahli Kesehatan dari Rumah Sakit Tiara Sells Bengkulu.

Dalam menanggapi skeptisisme ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah memberikan perhatian serius terhadap masalah tersebut. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menekankan perlunya penyuluhan dan pelatihan bagi petani sawit mengenai keselamatan kerja dan penggunaan pestisida yang benar.

"Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa petani sawit memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar," tutupnya.