https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Arachis Bisa Bikin Kantong Petani Tebal

Arachis Bisa Bikin Kantong Petani Tebal

Tanaman arachih di sekitar batang kelapa sawit. foto: sangun doya

Bengkulu, kabarsawit.com – Tadinya, tanaman ini hanya dijadikan untuk hiasan taman, tapi sekarang bisa jadi duit.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan menyarankan petani kelapa sawit di Bengkulu untuk terus membudidayakan Arachis di kebun kelapa sawit.

Sebab tanaman arachis selain bisa digunakan untuk pakan ternak juga laku di pasaran. Arachis hidup dihargai hingga Rp.32 ribu per kilogram.

"Tanaman ini tadinya hanya ditanam taman karena bunganya berwarna kuning indah dipandang mata, tapi sekarang bisa dijual bahkan sudah banyak dipasarkan secara online," ujar Ricky kepada kabarsawit.com, kemarin.

Ricky membeberkan sederet manfaat dari tanaman Arachis, diantaranya; bisa untuk pakan ternak, pelindung tanah dari erosi, jadi tanaman penutup tanah yang membuat tanah menjadi lebih subur dan mencegah pertumbuhan gulma.

"Ternyata banyak sekali manfaat tanaman ini, selain indah, mampu membuat tanah menjadi lebih subur dan mampu menghambat pertumbuhan gulma," ujarnya.

Menurut Ricky, selama ini masyarakat selalu dipusingkan dengan gulma yang selalu tumbuh pasca penyemprotan cairan herbisida. Dengan adanya tanaman arachis, petani kelapa sawit tidak perlu bingung lagi. Sebab, arachis telah terbukti mampu mencegah pertumbuhan gulma disekitar tanaman kelapa sawit.

"Inilah keunikan arachis, dia bisa menjadi herbisida alami," jelas Ricky.

Selain sederet manfaat tadi, sekarang arachis juga digemari oleh hewan ternak, terutama kambing dan sapi.

"Itulah sebabnya arachis jadi laku di pasaran, apalagi dikalangan peternak, sebab tanaman ini disukai oleh sapi dan kambing, jadi peternak pasti membutuhkan arachis," tuturnya.

Dulunya menurut Ricky, Tanaman ini sering ditanam ditaman-taman karena menghasilkan bunga pada saat berbunga, tapi saat ini sudah laku dijual di pasaran bahkan sudah dipasarkan secara online.

“Selain kandungan protein yang tinggi untuk pakan ternak, harganya lumayan, dibandrol sampai Rp. 32 ribu per kilogram, bisa bikin kantong petani tambah tebal,” ujar Ricky mengakhiri.