https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

PT Bengkulu Sawit Lestari Bantah Cemari Sungai Mertam

PT Bengkulu Sawit Lestari Bantah Cemari Sungai Mertam

Humas PT BSL, Idius Safari. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Dalam kasus dugaan pencemaran Sungai Mertam yang telah mencuat, PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) dengan tegas membantah tuduhan bahwa kematian ribuan ikan di sungai tersebut disebabkan oleh limbah cair yang berasal dari pabrik mereka.

Meski hasil uji laboratorium dan pengumpulan keterangan dan data oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) telah dilakukan, PT BSL tetap bersikeras bahwa mereka tidak melakukan pencemaran.

"Kami dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Meskipun pabrik kami berada dekat dengan Sungai Mertam, kematian ribuan ikan yang terjadi bukanlah akibat limbah PT BSL, Kami memiliki sistem pengolahan limbah yang baik dan telah mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan. Kami tidak melakukan pelanggaran dalam pengelolaan limbah cair," kata Humas PT BSL, Idius Safari SH, Minggu (25/6).

Idius Safari SH menjelaskan bahwa meskipun sungai tersebut terdampak oleh limbah yang berasal dari beberapa industri, PT BSL telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan pemantauan yang ketat terhadap limbah yang dihasilkan. Mereka memiliki fasilitas pengolahan limbah yang memenuhi standar, serta rutin melakukan pengujian kualitas air untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

"Kami sangat memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar pabrik kami. Kami memiliki fasilitas pengolahan limbah yang memadai dan selalu memantau kualitas air di sekitar area kami. Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencari tahu penyebab kematian ikan tersebut dan menemukan solusi yang tepat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan," ujarnya.

Namun demikian, dugaan adanya pencemaran di Sungai Mertam telah bergulir ke Polres BS, yang saat ini sedang melakukan pengumpulan keterangan dan data terkait kasus ini. Polres BS akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari bukti yang memadai terkait tudingan tersebut.

"Kami sedang mengumpulkan keterangan dan data terkait dugaan pencemaran di Sungai Mertam. Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kematian ribuan ikan dan mencari bukti yang memadai," ujar Kasat Reskrim Polres BS, Iptu Susilo.

 

Sementara itu, masyarakat setempat mengekspresikan keprihatinan mereka terkait kematian ribuan ikan dan adanya dugaan pencemaran di Sungai Mertam. Mereka berharap bahwa pihak berwenang dapat mengusut kasus ini dengan cermat dan memberikan sanksi yang setimpal jika terbukti ada pelanggaran.

"Kami sangat prihatin dengan kematian ribuan ikan di Sungai Mertam. Kami berharap pihak berwenang dapat menyelidiki dengan serius dan memberikan sanksi yang setimpal jika ada pihak yang bertanggung jawab," ungkap Fajri salah satu warga setempat.

Kasus dugaan pencemaran di Sungai Mertam oleh PT Bengkulu Sawit Lestari akan terus diusut oleh pihak berwenang. Semua pihak diharapkan dapat bekerjasama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencari solusi terbaik untuk menghindari dampak negatif terhadap ekosistem sungai dan kehidupan masyarakat sekitar.