https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Kecewa Hasil Tanaman Sawit Kendor, Begini Kata Dinas TPHP Bengkulu

Petani Kecewa Hasil Tanaman Sawit Kendor, Begini Kata Dinas TPHP Bengkulu

Ilustrasi - kebun kelapa sawit di Kabupaten Siak, Riau. Foto: Sahril

Bengkulu, kabarsawit.com - Para petani sawit di Bengkulu mulai kecewa terhadap hasil tanaman yang kurang maksimal. Meski menggunakan bibit unggul, rata-rata tanaman sawit hanya berbuah maksimal 5 tandan. Keadaan ini pun menjadi masalah serius bagi petani karena berdampak pada ekonomi.

Petani Sawit di Kabupaten Bengkulu Utara, Slamet Riyadi mengaku para petani di daerahnya telah menggunakan bibit unggul sawit yang disediakan oleh pemerintah dan perusahaan perkebunan.

Awalnya, bibit unggul ini dipercaya memiliki kualitas yang baik dan potensi untuk menghasilkan buah yang lebih banyak. Namun, hasil yang diperoleh jauh dari harapan, dengan rata-rata hanya mencapai 5 tandan per tanaman.

"Saya sangat berharap bahwa dengan menggunakan bibit unggul, hasil panen saya akan meningkat. Namun, kenyataannya, tanaman saya masih berbuah terbatas, bahkan dengan perawatan yang baik. Ini sangat mengkhawatirkan, karena saya mengandalkan hasil panen sawit ini untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga saya," kata Slamet saat berbincang dengan kabarsawit.com, kemarin.

Bahkan, dalam menjaga tanaman sawit, petani di daerahnya telah menerapkan praktek pertanian yang baik, seperti pemupukan dan pengairan yang memadai. Para petani juga secara rutin melakukan pemangkasan dan perawatan terhadap tanaman. Meski begitu, hasil yang diperoleh masih jauh dari harapan.

"Kami cukup bingung, apa yang membuat tanaman sawit yang kami budidayakan ini tidak berbuah maksimal, padahal sudah menetapkan praktik pertanian yang baik," ujarnya.

Plt Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmana Dewi mengaku pihaknga telah melakukan investigasi lebih lanjut terkait keluhan para petani sawit.

Dinas pun tengah memeriksa faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya hasil tanaman sawit, termasuk perawatan tanaman yang kurang optimal, kondisi tanah, serta pemilihan bibit yang tepat.

 

"Kami menyadari bahwa rendahnya hasil tanaman sawit menjadi perhatian serius. Kita sedang bekerja sama dengan perusahaan perkebunan dan ahli pertanian untuk menemukan solusi terbaik. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman sawit ini," pungkasnya.