https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Drone Jadi Kendala Pengajuan Program Sarpras di Rohul

Drone Jadi Kendala Pengajuan Program Sarpras di Rohul

Ilustrasi - Drone. Foto: Unsplash

Pekanbaru, kabarsawit.com - Sampai saat ini belum ada petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, yang menikmati program Sarana dan Prasarana (Sarpras) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pasalnya, hingga kini belum ada usulan petani yang terealisasi. Ini lantaran semua usulan yang diajukan petani masih terkendala pada persyaratan yang belum terpenuhi. 

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu, Samsul Kamar menyebutkan, persyaratan yang masih sulit untuk dipenuhi adalah peta kebun yang diambil menggunakan drone.

"Khusus Sarpras, harus dilengkapi dengan hasil drone, yang harus disiapkan petani," kata Samsul kepada kabarsawit.com, Senin (26/6). 

Samsul mengatakan, petani dan Disnakbun Rohul terkendala pada persyaratan tersebut.
 
"Kendala hanya di sini. Karena petani maupun dinas tidak memiliki sumberdaya yang cukup untuk melaksanakanannya. Sementara kalo minta bantu pihak ketiga, tidak juga ada anggarannya," kata dia. 
Dia mengatakan, saat ini pihaknya hanya memiliki 1 unit drone dengan 2 baterai. "Sementara (kebun sawit) yang mau diambil drone luas. Jadi kita memang kekurangan di fasilitas dan juga SDM-nya," tambahnya.

"Solusinya saat ini dalam waktu dekat kita akan melakukan pelatihan pengunaan dan menganalisa drone untuk personil di dinas. Sehingga nanti bisa membantu para petani," pungkasnya.