https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Waspada, Tikus Bisa Bikin Mati Tanaman Kelapa Sawit

Waspada, Tikus Bisa Bikin Mati Tanaman Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit yang dirusak hama tikus. foto: sangun doya

Bengkulu, kabarsawit.com – Jangan anggap remeh hama tikus, bisa bikin lambat pertumbuhan tanaman, bahkan mati.

Hama tikus sering jadi ancaman bagi petani, tak terkecuali petani kelapa sawit. Tikus sering merusak tanaman kelapa sawit khususnya yang masih berusia kurang dari satu tahun. Akibatnya, pertumbuhan tanaman kelapa sawit menjadi terhambat.

Pengamat Pertanian Bengkulu, Prof Dr Zainal Muktamar mengatakan, hama tikus sering menyerang tanaman kelapa sawit. Jangan anggap remeh hama ini, sebab dampak yang ditimbulkan terhadap tanaman sawit bisa menurunkan produksi dan kadar kualitas minyak sawit yang dihasilkan.

"Jika kelapa sawit dimakan tikus, akibatnya pertumbuhan tanaman kelapa sawit jadi terhambat, bahkan bisa mati," kata Zainal, kemarin (10/1/23).

Zainal mengatakan, tanaman kelapa sawit yang baru tanam usia satu tahun atau kurang dari satu tahun sangat rentan diserang binatang pengerat itu.

"Seringkali petani anggap remeh hama tikus ini, padahal akibatnya sangat berbahaya, bisa merugikan petani itu sendiri," ujarnya.

Menurut Zainal, tikus tidak hanya menyerang tanama kelapa sawit muda, tetapi juga tanaman sawit yang sudah mulai berbunga atau menghasilkan buah.

“Untuk tanaman sawit usia dibawah satu tahun yang dimakan bonggolnya, inilah yang mengakibatkan tanaman mati,” Ujarnya.

Pada tanaman yang diatas satu tahun atau mulai menghasilkan, tikus memakan bunga jantan serta biji sawitnya. Akibatnya, dapat menurunkan produksi dan meningkatnya kandungan FFA (Free Fatty Acid) atau menurunnya kualitas CPO (Crude Palm Oil).

"Makanya hama tikus harus dibasmi oleh petani kelapa sawit," kata Zainal.

Penanganan serangan hama tikus ini menurut Zainal, bisa dilakukan secara biologi dan kimiawi. Pengendalian secara kimia bisa menggunakan rodentisida sistem campain. Sementara untuk pengendalian secara biologi bisa dengan cara ekstrem melepas ular kobra, tapi cara ini tidak disarankan, sebab berbahaya terhadap keselamatan petani.

Selain itu, pengendalian secara biologi lainnya dengan melepaskan burung hantu di areal perkebunan.

"Jika tidak terdapat burung hantu, petani bisa menggunakan kimia saja, atau bisa dengan cara tradisonal, memasang perangkap tikus di skitar batang sawit," tutupnya.