https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit di Bengkulu Minta Alokasi Pupuk Subsidi

Petani Sawit di Bengkulu Minta Alokasi Pupuk Subsidi

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin.

Bengkulu, kabarsawit.com - Sejumlah petani kelapa sawit di Bengkulu mengeluhkan mahalnya harga pupuk hingga Rp 800 ribu per sak.

Merespon hal itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin meminta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mengalokasikan bantuan pupuk bagi petani sawit.

Sultan menilai tanpa bantuan pupuk subsidi maka petani kesulitan untuk meningkatkan produksi tanaman.

"Kami meminta BPDPKS segera mengalokasikan bantuan pupuk subsidi bagi petani sawit di Bengkulu. Itu dilakukan agar produktivitas kelapa sawit meningkat," ujar Sultan, kemarin.

Ia mengaku, banyak petani sawit di Bengkulu sangat bergantung pada pupuk subsidi. Jika pupuk subsidi tidak diberikan, maka harga pupuk non-subsidi yang mahal akan sangat memberatkan petani di daerah ini.

"BPDPKS harus memperhatikan hal ini, sebab  kelapa sawit merupakan komoditas utama Bengkulu dan sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi di Bengkulu," tuturnya.

Kondisi ini juga diakui oleh Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu, Edy Mashuri, bahwa harga pupuk non-subsidi yang tinggi membuat petani sawit swadaya di Bengkulu kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pupuk. Akibatnya, produktivitas kelapa sawit menurun drastis hingga 50 persen.

"Situasi ini sangat memprihatinkan bagi petani sawit swadaya di Bengkulu. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini," kata Edy.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan permintaan DPD Ri dan memberikan perhatian khusus untuk petani sawit swadaya di Bengkulu.

"Kami akan mempertimbangkan permintaan ini dengan sebaik-baiknya dan mencari solusi terbaik untuk petani sawit swadaya di Bengkulu," tutupnya.