Petani Sawit Diharapkan Manfaatkan Pupuk Organik untuk Tingkatkan Produktivitas
Petani sawit di Bengkulu gunakan pupuk organik.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Bickman SH MH, mengungkapkan pentingnya inovasi dalam mengatasi masalah pupuk yang dihadapi oleh petani sawit.
Bickman meminta agar para petani harus mempertimbangkan penggunaan pupuk organik yang ketersediaannya cukup melimpah. Hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas tanaman sawit secara efisien dan berkelanjutan.
"Petani sawit harus mampu berinovasi untuk mengatasi masalah pupuk seperti memanfaatkan pupuk organik yang ketersediaannya cukup banyak. Jika dengan uang Rp 800 ribu hanya memperoleh pupuk kimia sebanyak 50 kilogram maka dengan uang yang sama petani bisa mendapatkan jumlah pupuk hingga 1 ton lebih," kata Bickman, Jumat (30/6).
Menurut Bickman, penggunaan pupuk organik memberikan sejumlah manfaat penting. Selain meningkatkan kesuburan tanah, pupuk organik juga membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang seringkali mahal dan dapat merusak lingkungan.
"Dengan memanfaatkan pupuk organik, petani sawit memiliki potensi untuk mengoptimalkan produksi tanaman mereka dengan biaya yang lebih efisien," ungkap Bickman.
Dalam hal biaya, Bickman menjelaskan bahwa dengan jumlah uang yang sama, petani dapat memperoleh jumlah pupuk yang jauh lebih besar jika mereka memilih pupuk organik. Sebagai contoh, dengan Rp 800 ribu, petani bisa mendapatkan pupuk organik dengan jumlah hingga 1 ton atau lebih. Sementara itu, dengan uang yang sama, hanya mungkin mendapatkan 50 kilogram pupuk kimia.
"Itu menunjukkan bahwa memanfaatkan pupuk organik dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dalam hal kuantitas," tambah Bickman.
Bickman juga menambahkan bahwa penggunaan pupuk organik juga berkontribusi pada pengembangan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, ini dapat membantu menciptakan lingkungan pertanian yang lebih seimbang dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.
"Dengan memanfaatkan pupuk organik dapat menjadi salah satu langkah penting menuju pertanian yang lebih berkelanjutan di sektor perkebunan sawit," ujar Bickman.
Dalam rangka mendorong penggunaan pupuk organik, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan berencana untuk menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan kepada petani sawit.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan penggunaan pupuk organik serta memberikan dukungan teknis kepada petani agar dapat mengimplementasikan penggunaan pupuk organik secara efektif.
"Kami akan menyelenggarakan pelatihan dan penyuluhan kepada petani sawit untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan penggunaan pupuk organik serta memberikan dukungan teknis agar dapat mengimplementasikan penggunaan pupuk organik secara efektif," tutupnya.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran petani sawit tentang manfaat penggunaan pupuk organik, diharapkan bahwa sektor perkebunan sawit di Provinsi Bengkulu akan mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan.
Penerapan inovasi dan penggunaan pupuk organik secara luas akan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan hasil panen petani sawit, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pertanian.








