Petani Bakal Kebagian Untung dari B35
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan. foto: sangun doya
Bengkulu, kabarsawit.com - Program biodiesel B35 diyakini bisa menaikkan harga sawit, sebab program tersebut bisa bikin harga CPO meningkat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan menyebutkan bahwa, program yang akan diterapkan pada 1 Februari 2022 itu akan bisa bikin naik harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Sebab program tersebut diyakini bisa mendongkrak harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
“Akan memberikan dampak positif bagi harga TBS kelapa sawit, sebab harga kelapa sawit akan ikut meningkat, biodoesel B35 itu kan campurannya 65 persen solar dan 35 persen CPO," kata Ricky, kemarin (10/1/23).
Ricky mengatakan, B35 membutuhkan CPO, maka akan otomatis membuat harga CPO ikut naik. Karena harga CPO naik maka permintaan terhadap TBS kelapa sawit juga akan meningkat. Sehingga membuat harga TBS kelapa sawit ikut meningkat.
"Meningkatnya harga CPO, akan bikin harga TBS kelapa sawit juga meningkat, petani ikut kebagian untung," ujarnya.
Ia berharap, pemerintah tidak hanya bikin program B35 saja, bila perlu bisa membuat program B100. Sehingga 100 persen solar diproduksi dari minyak kelapa sawit.
"Kita mengharapkan, kalau bisa 100 persen biosolar itu dibuat dari minyak kelapa sawit," ujarnya.
Ricky menjelaskan, jika 100 persen solar dibuat dari minyak kelapa sawit maka akan membuat penyerapan CPO menjadi lebih maksimal. Sehingga pemerintah tidak perlu mendorong kegiatan ekspor CPO ke luar negeri. Sebab CPO bisa dimanfaatkan secara optimal di dalam negeri.
"Kalau 100 persen solar dibuat dari minyak kelapa sawit di dalam negeri, maka pemerintah tidak perlu lagi ekspor CPO ke luar negeri," tutupnya.








