https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

IPB Training Tatar Puluhan Petani Budidaya Sawit Sesuai GAP, Ini Targetnya

IPB Training Tatar Puluhan Petani Budidaya Sawit Sesuai GAP, Ini Targetnya

Foto Ist/kabarsawit.com.

Medan, kabarsawit.com - IPB Training taja penataran Teknis Budidaya Kelapa Sawit untuk pelatihan pengembangan SDMPKS tahun 2023 angkatan I dan II di Medan, Sumatera Utara. Pelatihan digelar dari  3 hingga 7 Juli 2023 nanti.

"Pelaksanaan pelatihan terdiri dari dua kelas dilaksanakan secara paralel. Pesertanya berasal dari petani sawit di Kabupaten Langkat, angkatan I sebanyak 30 peserta dan angkatan II dengan 30 peserta," ujar perwakilan tim IPB Training, Dr Hariyadi, seperti dilansir dari laman ealeis.co pada Selasa (4/7).

Terima kasih kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Sumatera Utara yang telah mempersiapkan peserta dari petani sawit. Harapannya dari pelatihan ini nanti sawit Indonesia bisa dikelola dengan baik melalui teknik budidaya yang telah diajarkan.

"Para peserta yang hadir diharapkan nantinya bisa mengelola kebun sawit lebih baik lagi dengan berbagai teknik budidaya yang diberikan dan menjadikan produksi sawit lebih berkualitas," imbaunya.

Kepala Disbunnak Provinsi Sumatera Utara, Lies Handayani Siregar menimpali, untuk penerapan GAP dari segi produsen merupakan suatu konsep yang menjamin kesejahteraan petani, keluarga dan pekerjanya. Sedang dari segi konsumen, yakni mendapatkan produk yang berkualitas dan bernilai gizi yang aman.

Konsep GAP kata Lies Handayani, menjamin kelestarian lingkungan hidup sehingga mampu mewujudkan industri sawit yang lestari dan berkelanjutan.

Selain itu, pembangunan kebun sawit berkelanjutan atau (Indonesia sustainable palm oil (ISPO) yang bakal diwajibkan kepada perkebunan rakyat pada tahun 2025 mendatangbmenjadi tantangan tersendiri. Soalnya, untuk bisa memenuhi prinsip dan kriteria yang ada dalam ketentuan ISPO, bukan persoalan mudah," jelasnya.

Salah satu peserta, Abdul Rahman berharap mendapatkan banyak ilmu baru di kegiatan itu.

"Dengan mengikuti bimbingan teknik khusus petani sawit ini, diharapkan nanti petani bisa menghasilkan sawit yang berkualitas dan lebih berjaya lagi," harapnya.

Diketahui, industri kelapa sawit menjadi sektor yang berpeluang besar menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan petani. Untuk mewujudkannya diperlukan penerapan tata cara budidaya yang baik dan benar atau Good Agricultural Practices (GAP).

Penerapan GAP dalam kegiatan pengelolaan kebun dan kegiatan panen Tandan Buah Segar (TBS) mampu memberikan pengaruh signifikan pendapatan usaha tani kelapa sawit.