Belasan Pabrik Sawit di Bengkulu Dorong UMKM Naik Kelas
Kepala DPMPTS Bengkulu, Karmawanto. Foto Dirgantara Aga
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bengkulu Karmawanto mengatakan, belasan pabrik kelapa sawit (PKS) di daerah itu telah menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM lokal.
"Kalau perusahaan yang bekerja di sektor kelapa sawit di Bengkulu sudah sekitar 50-an yang bermitra dengan UMKM. Tapi, pabrik kelapa sawit baru belasan," kata Karmawanto, kemarin.
Menurutnya, ada dua manfaat program kemitraan ini dilakukan. Pertama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan, serta menjaga kondusifitas lingkungan PKS.
"Ketika masyarakat dan UMKM diberdayakan, akan ada manfaat yang didapat PKS. Masyarakat terbantu, perusahaan juga terhindar dari gesekan konflik sosial," kata dia.
Dijelaskannya, kemitraan pabrik dengan UMKM mulai terjalin pada akhir Desember 2022, dan akan berlangsung hingga beberapa tahun kedepan serta bakal diikuti pabrik kelapa sawit lainnya.
"Mulai tahun ini, UMKM akan menjadi pemasok kebutuhan PKS, dan PKS juga akan membantu pengembangan UMKM seperti pemasaran maupun lainnya," ujarnya.
Sementara, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Bengkulu, John Siregar menyambut baik kebijakan tersebut.
Menurutnya, kemitraan itu sangat penting bagi peningkatan UMKM namun dengan prinsip saling menguntungkan.
“Kemitraan UMKM dengan perusahaan sangat penting agar UMKM bisa masuk dalam rantai produksi global, dan meningkatkan peluang UMKM untuk naik kelas serta kualitas usaha lebih kompetitif,” ujar John.
Ia juga berharap agar UMKM dapat terus belajar dan meningkatkan manajemen serta kualitas produk sesuai dengan keinginan pasar.
"Terus tingkatkan kualitas produk, perbaiki manajemen, memperbarui desain produk sesuai keinginan pasar. Sebab, ketika produk yang dihasilkan memiliki nilai, tentu PKS juga akan menambah modal," kata Jhon.








