https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Cangkang Sawit di Bengkulu Berpotensi Jadi Komoditas Bernilai Tinggi

Cangkang Sawit di Bengkulu Berpotensi Jadi Komoditas Bernilai Tinggi

Ilustrasi - cangkang sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu telah mengidentifikasi potensi besar dalam memanfaatkan cangkang sawit sebagai komoditas bernilai tinggi.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi mengatakan, cangkang sawit memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas bernilai tinggi jika dikelola dengan optimal baik dalam bentuk briket atau karbon aktif.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, harga briket dari cangkang sawit diperkirakan mencapai Rp 25 ribu per kilogram, sementara harga karbon aktif mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

"Cangkang sawit memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas bernilai tinggi jika dikelola dengan optimal. Dalam bentuk briket atau karbon aktif, cangkang sawit dapat memberikan nilai jual yang menguntungkan bagi para pelaku industri di daerah kita," kata Rosmala, Rabu (12/7).

Melihat potensi tersebut, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu berkomitmen akan mendorong pelaku industri di daerah untuk menjadikan cangkang sawit sebagai sumber pendapatan yang lebih menguntungkan. Sebab hingga saat ini belum ada pelaku industri di Bengkulu yang mengelola cangkang sawit secara optimal.

"Tentunya akan memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku industri yang memanfaatkannya secara optimal dan dijadikan briket," ujarnya.

Selain briket, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu juga menyoroti potensi cangkang sawit untuk diubah menjadi karbon aktif. Karena karbon aktif banyak digunakan dalam berbagai industri seperti pengolahan air dan pemurnian gas, memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

"Tidak hanya briket, kalau komoditas ini diubah jadi karbon aktif juga cukup potensial," tuturnya.

Dalam upaya mewujudkan potensi ini, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu berencana untuk meningkatkan kesadaran dan pelatihan bagi pelaku industri mengenai pengolahan cangkang sawit. Mereka juga akan menjalin kerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk lembaga riset, untuk mengembangkan teknologi dan proses produksi yang lebih efisien.

"Kami akan melakukan pelatihan dan bekerjasama dengan lembaga riset untuk mewujudkan hal ini," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Edward Happy mengatakan, pengolahan cangkang sawit menjadi briket dan karbon aktif dapat menciptakan lapangan kerja baru. Bahkan selain lapangan kerja juga bisa mengurangi dampak lingkungan dari limbah cangkang sawit yang tidak termanfaatkan.

"Dengan memanfaatkan cangkang sawit sebagai bahan baku untuk briket dan karbon aktif, kita dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan petani sawit di Provinsi Bengkulu. Selain itu, ini juga membantu mengurangi dampak lingkungan dari limbah cangkang sawit yang tidak termanfaatkan," ujar Edward.