Harga Migor Bermerek Masih Mahal
Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful. Foto Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu menyampaikan harga minyak goreng (migor) bermerek di daerah itu masih mahal, di atas Rp20 ribu per kg.
"Harga Rp20 ribu ke atas per kilogram. Beberapa wilayah lain justru menjual dengan harga lebih tinggi," kata Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful, Jumat (13/1).
Menurut Yenita, tingginya harga minyak goreng kemasan saat ini disebabkan karena harga crude palm oil (CPO) di pasar Internasional juga tengah tinggi. Di mana harga CPO di Pasar Spot Rotterdam berada di angka USD 997,5 per Metrik Ton pada perdagangan sepekan terakhir.
"Kalau kami menilai tingginya harga minyak goreng karena ada kenaikan harga CPO. Jadi berpengaruh dengan harga yang dijual di pasar Indonesia," ujarnya.
Kendati begitu, harga minyak kemasan sederhana masih cenderung stabil, di pasar tradisional dijual antara Rp14-Rp15 ribu per liter. "Harga minyak goreng di sini masih jauh lebih terjangkau dibanding di Lampung tercatat Rp 30 per Kg," pungkasnya.








