Pembangunan Pabrik Mini Masuk Tahap Dua
Ketua GAPKI Bengkulu, John Irwansyah Siregar.
Bengkulu, kabarsawit.com - Rencana Kementerian Koperasi dan UMKM membangun pabrik minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak makan merah (red palm oil/RPO) mini berbasis koperasi di Provinsi Bengkulu masuk tahap dua.
"Untuk Bengkulu masuk tahap dua. Tahap pertama baru dibangun di Sumatera Utara, itu ada beberapa pabrik," kata Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Bengkulu, Jhon Irwansyah Siregar, Jumat.
Jhon menyambut baik rencana pembangunan pabrik CPO & RPO mini ini mengingat ketersedian bahan baku minyak kelapa sawit di Bengkulu sangat berlimpah.
"Kalau yang swadaya, itu beberapa petani kelapa sawit di Bengkulu sudah mulai. Hanya saja baru sebatas menampung CPO dan RPO. Belum pengolahannya. Jadi nanti pemerintah yang mengembangkannya," kata dia.
Contohnya, lanjut Jhon, di Desa Pondok Makmur, Kecamatan Air Manjuto. Pembangunan pabrik mini menggunakan modal pribadi warga setempat dengan kapasitas produksi 3 ton per jam.
"Memang masyarakat bisa mengolahnya langsung. Tapi untuk kualitasnya, kan belum bisa sepenuhnya bagus. Jadi nanti pemerintah bersama PTPN ditambah perusahaan kelapa sawit lain yang bisa mematangkan rencana pemerintah pusat untuk pengelolaannya," kata Jhon.
"Atau bisa juga hasil dari pengolahan petani disuplai ke pabrik CPO & RPO milik pemerintah, dengan konsep kemitraan, sama seperti kemitraan antara petani dengan PKS," imbuhnya.
Terkait minyak makan merah, Jhon menilai, kualitasnya lebih unggul dibandingkan dengan minyak goreng sawit pada umumnya. RPO memiliki kandungan protein dan vitamin A yang tinggi dan dapat mencegah stunting.
Ia berharap ke depan solusi pabrik mini dapat menstabilkan harga TBS petani dan minyak goreng dalam negeri juga aman.
"Dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih murah, RPO akan bisa mengatasi kelangkaan dan menstabilkan harga minyak goreng curah di dalam negeri," ujarnya








