Harga Sawit Tak Stabil, Pemprov Bengkulu Minta Pemda Berkolaborasi
Hasil panen petani sawit diangkut ke pabrik. foto: ist.
Bengkulu, kabarsawit.com – Belakangan ini harga sawit mengalami fluktuasi, hal ini mempengaruhi kesejahteraan petani sawit di Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu telah berusaha menangani hal tersebut.
Namun menurut Sekda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri, mengatasi masalah tanaman sawit ini tidak hanya tugas dari pemerintah provinsi, tapi pemerintah kabupaten/kota juga bertanggung jawab akan hal ini.
“Memastikan kesejahteraan petani sawit bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, tapi pemda pun juga harus memberikan inovasi yang mendukung petani sawit. program-program baru harus disediakan oleh pemda, agar pemerintah bisa melihat kesejahteraan petani kelapa sawit,” tuturnya, kemarin.
Fluktuasi harga sawit yang terjadi belakangan ini, membuat kesejahteraan petani sawit menurun. Bukan hanya itu, perubahan iklim pun menambah efek negatif bagi petani.
Karena itu dalam waktu dekat ini Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemda Kabupaten/Kota akan mengadakan pertemuan untuk membahas lebih lanjut, langkah-langkah yang harus dilakukan agar pendapatan petani kelapa sawit dapat stabil kembali.
Seorang petani kelapa sawit, Siti Rahma, mengatakan fluktuasi harga sawit sangat membuatnya tertekan dalam segi ekonomi.
“jika harga sawit murah, maka pendapatan kami juga sedikit. Karena itu kami berharap agar pemerintah daerah dapat mengatasi fluktuasi harga dan menstabilkan harga sawit,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi juga mengungkapkan, program pelatihan dan pendampingan petani juga sudah ia gerakkan agar petani mampu menghadapi fluktuasi harga saat ini.
“Kami akan memperjuangkan kesejahteraan petani dan membantu mereka menghadapi tantangan ini” tutupnya.








