https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Produktivitas Sawit di Bengkulu Rendah, Pupuk Salah Satu Biang Keroknya!

Produktivitas Sawit di Bengkulu Rendah, Pupuk Salah Satu Biang Keroknya!

Anggota DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu, Sultan B Najamudin.

Bengkulu, kabarsawit.com - Anggota DPD RI Dapil Provinsi Bengkulu, Sultan B Najamudin mengaku prihatin terhadap rendahnya produktivitas tanaman kelapa sawit di wilayah itu. Sebab, dalam satu hektare, petani hanya mampu menghasilkan sekitar 1-2 ton atau jauh dibanding dengan Malaysia yang mencapai 6-7 ton per hektare .

"Sangat disayangkan, produktivitas tanaman kelapa sawit di Bengkulu masih jauh di bawah negara tetangga seperti Malaysia. Hanya mampu mencapai 1-2 ton per hektar, sedangkan mereka mencapai 6-7 ton," ujar Sultan, kemarin.

Sultan mengatakan rendahnya produktivitas tanaman kelapa sawit ini memiliki dua penyebab utama. Pertama, dihapusnya bantuan pupuk subsidi bagi petani sawit di Bengkulu. Pupuk subsidi yang sebelumnya memberikan manfaat besar bagi para petani ini telah dihilangkan, sehingga akses mereka terhadap pupuk yang dibutuhkan terbatas.

"Kehilangan bantuan pupuk subsidi sangat berdampak negatif pada petani sawit di Bengkulu. Pupuk merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, dan kebijakan penghapusan subsidi ini sangat merugikan mereka," jelas Sultan.

Selain itu, lambatnya implementasi program Peremajaan Sawit Rakyat juga menjadi faktor yang mempengaruhi rendahnya produktivitas tanaman kelapa sawit di Bengkulu.

"Saat ini, program Peremajaan Sawit Rakyat di Bengkulu berjalan dengan kecepatan yang sangat lambat. Padahal, program ini seharusnya menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. Diperlukan perhatian serius dan percepatan dalam implementasi program ini agar petani dapat memperoleh manfaatnya," tambah Sultan.

Para petani sawit di Bengkulu berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian lebih pada masalah ini. Diperlukan kebijakan yang mendukung petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit serta percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat.

"Kami berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Bengkulu dapat memberikan perhatian lebih pada masalah ini. Petani sawit membutuhkan dukungan dan kebijakan yang menguntungkan mereka agar dapat meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit dan berkontribusi lebih baik bagi perekonomian daerah," kata Sultan.

 

Rendahnya produktivitas tanaman kelapa sawit di Bengkulu menjadi perhatian serius, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh industri kelapa sawit dalam mendukung perekonomian daerah. Diperlukan tindakan nyata untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung para petani sawit dalam menghadapi tantangan ini.