Kebun Sawit di Bengkulu Terancam Kekurangan Air, Lho Kok!
Ilustrasi - Tanaman Kelapa Sawit.
Bengkulu, kabarsawit.com - Situasi tanaman sawit di Provinsi Bengkulu semakin mengkhawatirkan akibat banyaknya kebun yang dibikin tanpa sistem irigasi yang memadai. Kurangnya pasokan air mengakibatkan tanaman kelapa sawit menjadi rawan kekurangan air.
Salah seorang petani di Bengkulu, Arif Rahman mengaku, ingin membangun saluran irigasi di kebun. Tapi biaya untuk membuatnya mahal. Ditambah lagi kondisi topografi kebun sawit yang berada di dataran tinggi.
"Bukan tidak mau membangun saluran irigasi, tapi karena mahal biayanya untuk sewa alat berat dan lokasi kebun yang tidak mendukung pembuatan irigasi," kata Arif, Jumat (21/7).
Menurut Arif, meski kebanyakan orang menganggap tanaman kelapa sawit bisa mencari kebutuhan air sendiri. Sehingga pembangunan irigasi tidak terlalu dibutuhkan.
"Banyak petani sawit di Bengkulu tidak membangun sistem irigasi karena menganggap tanaman ini bisa mencari air sendiri," tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi mengatakan, dengan banyaknya kebun kelapa sawit yang tidak memiliki sistem irigasi yang memadai, tanaman kelapa sawit menjadi sangat rentan terhadap kekurangan air.
Kekeringan yang berkepanjangan dapat menyebabkan tanaman kelapa sawit tidak berbuah dan merugikan para petani kelapa sawit di Bengkulu.
"Kami telah berkomitmen untuk meningkatkan sistem irigasi di kebun-kebun kelapa sawit di Bengkulu. Namun karena kebun kelapa sawit di Bengkulu cukup luas, sehingga anggaran untuk hal itu tidak cukup untuk membangun infrastruktur irigasi," tuturnya.
Apalagi, lanjut, para ahli pertanian di Bengkulu juga menyatakan perlunya pengembangan teknologi dan praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Dengan menggunakan teknologi irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan, kebun kelapa sawit dapat mengurangi ketergantungan mereka pada curah hujan yang tidak pasti. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu menjaga keberlanjutan pertanian kelapa sawit di Bengkulu.
"Saya pikir banyak teknologi untuk membangun irigasi modern, itu bisa dipelajari oleh petani kelapa sawit di Bengkulu," pungkasnya.








