Habiskan Rp490 Miliar, Pelabuhan CPO di Mukomuko Murni Investasi Swasta
Bupati Mukomuko H Sapuan.
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Kabupaten Mukomuko memastikan pembangunan pelabuhan pengiriman Crude Palm Oil (CPO) di Kecamatan Teramang Jaya murni investasi dari swasta tidak menggunakan dana APBD maupun APBN.
Duit pembangunan pelabuhan murni dari beberapa perusahaan minyak kelapa sawit yang beroperasi di Mukomuko yang bekerja sama dengan PT Mukomuko Terminal Indonesia (MTI) sebagai pemegang saham terbesar.
"Pembangunan pelabuhan CPO ini tidak menggunakan dana APBN dan APBD. Ini murni investasi pihak swasta yang kita ajak masuk ke Kabupaten Mukomuko," kata Bupati Mukomuko H Sapuan, kemarin
Sapuan mengatakan, saat ini PT MTI tengah bekerja sama dengan Pemkab Mukomuko dan tenaga ahli dari dalam maupun luar negeri untuk melakukan kajian teknis terkait progres pembangunan pelabuhan.
Sapuan menyebut, keterbatasan anggaran membuat data teknis pembangunan pelabuhan ini diserahkan sepenuhnya kepada investor.
Menurutnya, membuat data teknis ini membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak dan dukungan penuh, termasuk menggandeng TNI Angkatan Laut sebagai mitra konsultan penyediaan data teknis terutama terkait kajian keamanan perairan.
"Kami sepenuhnya serahkan ke investor untuk pembangunan pelabuhan ini termasuk menggandeng TNI AL," tuturnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mukomuko, Juni Kurnia Diana menambahkan bahwa pembangunan pelabuhan ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 490 miliar.
Dana tersebut dari investor utama, PT MTI, dan perusahaan perkebunan serta pengolahan minyak kelapa sawit di Mukomuko. Kendati begitu, kata dia, Pemkab Mukomuko tidak menutup kemungkinan menjadi pemegang saham dalam proyek ini.
"Investor utama akan memegang saham 51 persen, sisanya 49 persen, punya perusahaan perkebunan, perusahaan minyak sawit, dan pemerintah daerah," kata Juni.
Juni mengaku pembangunan pelabuhan ini menjadi salah satu proyek terbesar di Mukomuko yang menarik perhatian banyak pihak. Untuk itu dia berharap pelabuhan itu nantinya akan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung perkembangan sektor perkebunan dan minyak sawit di daerah Mukomuko.
"Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, baik dari segi ekonomi maupun sosial," pungkasnya








