Sopir Keluhkan Jalan Menuju Kebun Sawit Banyak Rusak, Begini Respon Bappeda Bengkulu Tengah
Truk muatan sawit melintas di jalan dengan kondisi tanah di Bengkulu Tengah.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kondisi jalan buruk yang menghubungkan antar kebun sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, sangat dikeluhkan para sopir.
Deka, salah seorang sopir pengangkut TBS sawit misalnya. Dia mengaku kondisi jalan antar kebun sawit di daerahnya sangat membahayakan keselamatan para sopir.
"Kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Banyak jalan yang dalam kondisi rusak parah yang belum teraspal di sini. Tentu ini sangat membahayakan keselamatan para sopir. Kami berharap pemerintah daerah bertindak," kata Deka saat berbincang dengan kabarsawit.com, kemarin.
Akibat kondisi jalan, harga sawit petani di daerah itu kerap kena potong Rp200 per kilogram dari harga yang ditetapkan. Ini dilakukan agar pemilik angkutan tidak rugi.
"Biar kita tak rugi. Sebab untuk sampai ke kebun sangat jauh. Jalanya tak aspal pula," kata dia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkulu Tengah,
Nurul Iwan Setiawan mengatakan, anggaran yang terbatas membuat banyak jalan ke kebun sawit di daerah itu tidak bisa dibangun atau diperbaiki.
Dukungan dana desa untuk itu juga sangat minim. Menurut Nurul, hal itu tidak bisa disalahkan lantaran pembangunan pendidikan dan kesehatan, juga menjadi prioritas dalam alokasi dana desa.
"Kami memahami keluhan para sopir. Namun, perlu dipahami bahwa alokasi dana desa memiliki batasan tertentu, dan beberapa desa harus memprioritaskan berbagai sektor pembangunan yang lebih mendesak. Meski begitu, kami akan tetap berupaya mencari solusi terbaik untuk meningkatkan infrastruktur jalan di daerah," tutupnya.








