https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Jangan Salah! Memupuk Berlebihan Juga Bikin Sawit 'Babak Belur'

Jangan Salah! Memupuk Berlebihan Juga Bikin Sawit

Petani melakukan pemupukan terhadap tanaman sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Pengamat Pertanian Bengkulu, Zainal Muktamar menilai penggunaan pupuk kimia secara berlebihan pada tanaman sawit bisa berakibat fatal.

Niat awal agar tanaman semakin bagus, malah bisa berbahaya yang menyebabkan tanaman mati.

Ia mengatakan petani harus rutin melakukan uji tanah menggunakan alat ukur pH secara berkala, guna mengetahui kekurangan makro dan mikronutrien, serta memeriksa kandungan pH dan organik tanah secara profesional.

Hal ini dilakukan agar pupuk kimia yang diberikan ke tanaman sawit semakin efektif dan efisien.

"Petani sawit sekarang ini kalau memupuk tanaman suka sembarangan, padahal pemupukan kimia itu ada takaran dan dosisnya, tapi sebelum memberikan pupuk sesuai dosis, ada baiknya mengecek kandungan tanah dulu," kata Zainal saat berbincang dengan kabarsawit.com, kemarin.

Zainal mengaku, mengecek kandungan nutrisi di tanah sangat penting dilakukan agar proses pemupukan bisa lebih tepat dan terhindar dari pemberian pupuk yang berlebihan.

"Pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi dan meracuni tanah, yang berakibat fatal pada tanaman sawit. Pemupukan yang tidak terkendali juga berdampak buruk pada lingkungan, mengakibatkan pencemaran air tanah dan sungai," tutur Zainal.

Dalam upaya untuk membantu petani kelapa sawit mencapai hasil yang maksimal, Zainal merekomendasikan uji tanah secara berkala. Dengan mengukur pH tanah secara teratur, petani dapat memahami keadaan tanah dan mengidentifikasi kekurangan makro serta mikronutrien yang diperlukan oleh tanaman sawit.

"Hasil uji itu akan menjadi panduan penting dalam menentukan dosis dan jenis pupuk yang tepat untuk digunakan," ujar Zainal.

 

Ia juga menekankan bahwa uji tanah harus dilakukan secara profesional. Hal ini penting untuk mendapatkan analisis yang akurat dan dapat diandalkan mengenai kondisi tanah dan nutrisinya. Bila perlu, kata dia, libatkan juga ahli pertanian untuk membantu mengidentifikasi kandungan nutrisi.

"Dengan melibatkan ahli pertanian, petani dapat memperoleh saran yang sesuai dengan kondisi tanah di lokasi pertanian masing-masing," tuturnya.

Salah seorang petani sawit di Bengkulu, Surya tidak menampik yang disamping oleh Zainal. Ia mengaku akibat memberikan pupuk kimia berlebihan, tanaman sawitnya mati.

"Beberapa tahun lalu, saya terlalu antusias memberikan pupuk kimia dengan berharap tanaman tumbuh lebih cepat dan hasilnya lebih banyak. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, banyak tanaman yang mati karena akar-akarnya rusak akibat pupuk berlebihan," kata Surya.

Agar pengalaman pahit yang dirasakan Surya tidak terjadi ke petani sawit lainnya, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu bakal mengadakan pelatihan rutin bagi para petani.

Menurut Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, pelatihan ini merupakan edukasi kepada petani agar tepat dalam melakukan pemupukan berdasarkan hasil uji tanah dan kondisi pertanian di masing-masing area.

"Kami berharap pelatihan bisa membuat para petani kelapa sawit di Bengkulu lebih berhati-hati dalam memberikan pupuk pada tanaman sawit. Dengan melakukan uji tanah secara berkala dan memperoleh bimbingan dari ahli pertanian, diharapkan produktivitas kelapa sawit dapat meningkat," pungkasnya.