Sawit Mempengaruhi Ekonomi Global, Ini Penjelasannya
Petani memanen kelapa sawit, foto : ekonomi bisnis
Jakarta, kabarsawit.com - Ekonomi lokal, nasional, dan global sangat diuntungkan oleh industri minyak sawit. Salah satu keuntungan yang didapat adalah munculnya lapangan pekerjaan baru. Pencipataan lapangan pekerjaan di Negara-negara importer minyak sawit dipengaruhi oleh volume impor, kemajuan hilirisasi, dan teknologi.
Di antara negara importir minyak sawit, India dan China memiliki jumlah lapangan pekerjaan terbesar di dunia. Dibandingkan dengan negara-negara dengan industri hilir yang lebih padat modal seperti Uni Eropa, industri hilir berbasis minyak sawit di kedua negara tersebut berdampak lebih besar pada lapangan kerja. Ini menunjukkan bahwa sektor sawit terbuka secara global.
Tidak hanya negara produsen yang merasakan manfaat dari industri sawit, tetapi juga negara importir atau konsumen minyak sawit. Negara-negara tersebut dapat merasakan terciptanya peluang kerja. Selain itu hilirisasi minyak sawit juga meningkatkan pendapatan negara importir dari sekitar USD 27 miliar pada tahun 2010 meningkat menjadi USD 38 miliar pada tahun 2020.
Meskipun jumlah pendapatan yang dihasilkan dari industri sawit bervariasi pada berbagai negara importir, industri sawit secara keseluruhan terbukti memberikan manfaat yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia. Konsumsi minyak sawit di seluruh dunia membuat masyarakat dapat makan makanan dengan harga terjangkau dan membantu menciptakan ketahanan pangan.
Indonesia memainkan peran penting dalam memberikan manfaat industri sawit kepada masyarakat global, karena negara ini adalah salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia. Minyak sawit dapat memenuhi kebutuhan pangan di daerah tropis dan juga memenuhi kebutuhan pangan masyarakat global karena konsumsi dan keunggulan produktivitasnya, mendominasi pasar minyak nabati global pada tahun 2019 sebesar 41%. Ini lebih besar dari jenis minyak nabati lainnya seperti rapeseed (16%), kedelai (33%), dan biji bunga matahari (10%).
Dengan menyediakan produk pangan bernutrisi yang murah dan dapat diakses oleh semua orang, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengurangi tanggung jawab negara atas penyediaan minyak nabati, industri sawit membantu mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, industri sawit memiliki kemampuan untuk mengurangi penggunaan subsidi pertanian dan penggunaan lahan.
Menurut data grafis sawit dan ekonomi global dari jurnal Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, yang ditulis oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung, terjadi peningkatan impor minyak sawit di seluruh dunia bersama dengan pengembangan industri hilir berbasis sawit yang akan menyebabkan peningkatan jumlah pekerjaan baru.
Selain itu, impor minyak sawit di seluruh dunia pada tahun 2010 mencapai 15.23 juta ton (Trademap, 2020), menciptakan kesempatan kerja sebanyak 1.9 juta orang. Data juga menunjukkan, job creation terus meningkat hingga mencapai 2.3 juta orang pada tahun 2015. Pada tahun 2020, ada 2.7 juta pekerjaan baru karena impor minyak sawit meningkat di seluruh dunia.








