https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Bantah Cemari Aliran Anak Sungai Serik di Mukomuko, PT USM: DLH Tiga Bulan Sekali Uji Lab!

Bantah Cemari Aliran Anak Sungai Serik di Mukomuko, PT USM: DLH Tiga Bulan Sekali Uji Lab!

PT Usaha Sawit Mandiri (USM).

Bengkulu, kabarsawit.com - PT Usaha Sawit Mandiri (USM) membantah tudingan cemari aliran anak Sungai Serik di Dusun Wonosalam, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Manager PT USM, Iskandar mengaku pihaknya selalu komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apalagi, kata dia, tim DLH Mukomuko setiap tiga bulan sekali melakukan uji laboratorium terhadap limbah perusahaan, dan hasilnya tidak ditemukan adanya limbah sawit di air Anak Sungai Serik.

Baca Juga: Anak Sungai Serik di Mukomuko Diduga Terkontaminasi Limbah Pabrik Sawit

"Kami mengutamakan aspek lingkungan dalam setiap kegiatan operasional. Uji laboratorium secara rutin telah dilakukan untuk memastikan bahwa limbah yang dihasilkan dari proses produksi tidak mencemari lingkungan sekitar, terutama aliran anak Sungai Serik yang menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat setempat," kata Iskandar melalui keterangan tertulis diterima kabarsawit.com, Sabtu (29/7).

Kepala DLH Mukomuko, Budi Yanto juga tidak menampik bahwa PT USM selalu patuh terhadap prosedur uji laboratorium limbah yang telah ditetapkan.

"Kami melakukan pengawasan dan pengujian secara berkala untuk memastikan bahwa perusahaan beroperasi sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku. Hasil uji laboratorium yang kami dapatkan, sejauh ini menunjukkan bahwa tidak ada limbah kelapa sawit yang terdeteksi di air Sungai Serik," jelas Budi Yanto.

Hal yang sama juga diutarakan Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu, Edy Masyhuri, bahwa pihaknya dengan perusahaan selalu bekerja sama dalam upaya menjaga lingkungan.

Bahkan Edy memuji bahwa perusahaan selalu memberikan edukasi tentang cara bertani sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Kami, sebagai mitra dari PT USM, selalu diajak untuk bekerja sama dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Perusahaan selalu memberikan edukasi tentang cara bertani kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujar Edy.

 

Meskipun PT USM telah membantah tudingan tersebut, pihaknya tetap berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keterbukaan informasi dan memenuhi standar lingkungan yang berlaku.

Perusahaan juga berencana terus meningkatkan inisiatif-inisiatif berkelanjutan guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kendati begitu, hingga saat ini isu mengenai dugaan pencemaran aliran Anak Sungai Serik masih menjadi perhatian masyarakat.