https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

ISPO Sebagai Jembatan Industri Sawit Menuju Green Growth Economic

ISPO Sebagai Jembatan Industri Sawit Menuju Green Growth Economic

ISPO, foto : bpdp

Jakarta, kabarsawit.com - Fokus masyarakat global untuk membangun industri yang berkelanjutan semakin meningkat. Karena itu, koalisi negara-negara di seluruh dunia yang tergabung dalam Conference of the Parties (COP) menguraikan komitmen dan keinginan mereka untuk memerangi masalah iklim global. Kebijakan baru yang ramah lingkungan termasuk penerapan prinsip berkelanjutan. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan, industri sawit harus mematuhi standar kualitas dan baku yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan perundangan.

ISPO, singkatan dari Indonesia Sustainable Palm Oil, adalah sertifikasi yang mengharuskan perkebunan sawit dikelola dengan prinsip berkelanjutan. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/OT.140/3/2015 menguraikan kebijakan tersebut. Pada ISPO sistem usaha perkebunan kelapa sawit yang diatur oleh undang-undang harus sesuai pada aspek ekonomi, sosial budaya, dan ramah lingkungan.

Sertifikasi ISPO adalah wajib bagi perusahaan dan bebas bagi petani swadaya dan plasma serta perusahaan yang memproduksi minyak sawit untuk energi berkelanjutan. Ini meyakinkan pelanggan bahwa semua proses pengelolaan kelapa sawit, dari perkebunan hingga industri, dilakukan dengan prinsip berkelanjutan yaitu dengan prinsip ramah lingkungan, usaha, tata kelola yang baik, dan transparan.

Sementara itu dalam jurnal Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute yang ditulis oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung, green growth economic atau yang lebih dikenal sebagai pembangunan berkelanjutan, merupakan bentuk kesepakatan antara konservasionis dan semangat untuk memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan komersial. Konsep ini menjadi dasar ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial dan secara signifikan mengurangi bahaya lingkungan dan kelangkaan ekologi.

Industri sawit memiliki posisi strategis untuk menyumbang porsi keberhasilan tertinggi dari sektor industri dalam ranah green growth economic. Ini adalah alasan mengapa industri sawit dapat berfungsi sebagai penggerak utama ekonomi dan mendorong pembangunan agribisnis dari hulu ke hilir. Hingga saat ini, kemampuan untuk mengokupasi jumlah peluang kerja yang sangat besar mencapai 16,2 juta pekerja telah meningkatkan sumber pendapatan bagi masyarakat pedesaan. Selain itu, predikatnya sebagai sumber devisa tidak dapat dilepaskan dari industri ini.

Untuk mencapai ketahanan energi nasional, industri sawit baru-baru ini semakin gencar dan lantang dalam mengembangkan inovasi energi baru berbasis minyak sawit. Beberapa produk inovasi ini termasuk biofuel dan biodiesel.

Dalam hal ini, ISPO mampu berperan penting sebagai jembatan sekaligus promotor yang secara resmi menjamin industri kelapa sawit sebagai industri strategis yang peduli terhadap aspek lingkungan. ISPO dapat menjamin bahwa konsumen dapat menggunakan produk kelapa sawit dengan aman tanpa khawatir tentang efek sosial atau lingkungan yang ditimbulkannya.

Jika dikelola dengan baik dan berdasarkan prinsip berkelanjutan, industri sawit dapat menjadi industri yang luar biasa. Selain untuk menghilangkan masalah negatif yang berkaitan dengan sawit, penerapan rencana berkelanjutan juga merupakan tanggapan terhadap permintaan produk sawit yang berlabel ramah lingkungan dan tidak merusak lingkungan di pasar domestik dan internasional. ISPO adalah salah satu dari banyak model tata kelola yang dapat mendorong green growth economic atau pembangunan berkelanjutan.