Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar PLTU?
Limbah cair pabrik sawit, foto : bpdp
Jakarta, kabarsawit.com - Ternyata ada bagian dari kelapa sawit selain daging buahnya yang dapat dijadikan bahan bakar. Adalah cangkang sawit, setelah melalui proses pengolahan dan menjadi limbah, limbah tersebut akan di daur ulang menjadi bahan bakar yang kita gunakan sehari-hari.
Penggunaan energi di Indonesia meningkat sebagai akibat dari meningkatnya populasi negara, hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap krisis sumber energi listrik. Kekhawatiran ini diperkuat oleh semakin berkurangnya sumber energi konvensional, yang kemudian mendorong banyak pembangkit listrik di Indonesia untuk bergantung pada bahan bakar fosil sebagai bahan bakar utama mereka. Karena itu muncul solusi untuk masalah ini, dimana pemerintah Indonesia memutuskan untuk menggunakan bahan bakar fosil.
Dalam jurnal Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute yang ditulis oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung, biomassa sawit adalah salah satu energi pengganti yang berkelanjutan dan pastinya memiliki nilai jual ekonomis. Biomassa sawit berasal dari cangkang buah sawit yang sudah dikumpulkan di sekitar pabrik kelapa sawit (PKS), yang tidak membutuhkan biaya yang signifikan untuk mengumpulkannya. Setelah diproses, cangkang sawit ini dapat digunakan sebagai energi pengganti bahan bakar fosil serta sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Ini dibuktikan oleh sejumlah penelitian tentang penggunaan cangkang buah sawit sebagai pengganti bahan bakar fosil. Salah satunya adalah penelitian Ya' Suharnoto (2017), yang meneliti penggunaan cangkang buah sawit sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik biomassa di Kabupaten Landak.
Bahan bakar pengganti cangkang sawit dan bahan bakar fosil jika dibandingkan, akan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hal biaya. Ada perbedaan tarif yang signifikan untuk pembangkit listrik per 10 MWh. Dibandingkan dengan jenis bahan bakar fosil lainnya, bahan bakar limbah cangkang sawit lebih hemat biaya. Pengeluaran cangkang sawit hanya Rp. 762.000, sementara pengeluaran batubara sebesar Rp. 1.334.496,08, dan solar seharga Rp. 2.919.690.
Oleh karena itu, penggunaan limbah cangkang buah sawit sebagai bahan bakar pengganti sangat efektif. Ini karena biayanya sangat murah dibandingkan dengan jenis bahan bakar fosil lainnya, selain itu bahan bakar ini sangat ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomis. untuk dimanfaatkan oleh semua orang.








