https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Walau Harga TBS Sawit Naik, Petani di Passel Belum Bahagia, Begini Respon Wakil Rakyat

Walau Harga TBS Sawit Naik, Petani di Passel Belum Bahagia, Begini Respon Wakil Rakyat

Ilustrasi-TBS kelapa sawit.

Padang, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), belum bahagia kendati harga TBS sawit merangkak naik.

Pasalnya, kenaikan harga tipis hanya Rp20 per kilogram dibanding sebelumnya. Harga itu pun jauh jika dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Sumbar. Seperti harga di Sijunjung yang lebih tinggi sekitar Rp360/kg.

Kenaikan harga ini pun mendapat perhatian dari Anggota DPRD Pessel, Novermal. Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya harga kelapa sawit di Pessel.

Seperti jumlah PKS yang cenderung sedikit yakni hanya 5 PKS. Dimana 3 milik Kemilau Grup dan 3 PKS lagi milik Incasi Raya Grup.

"Rendemen TBS hamparan Surantih sampai Lunang Silaut tidak pernah dihitung sebagai salah satu dasar perhitungan harga. Begitu juga dengan cangkang yang belum masuk hitungan," ujarnya kepada kabarsawit.com, Minggu (30/7).

Tak hanya itu, biaya langsung dan biaya tidak langsung pabrik tidak pernah diaudit. Lalu hingga saat ini tim penetapan harga juga belum dibentuk oleh Pemkab Pessel untuk TBS kebun rakyat/swadaya dan plasma seperti yang dilakukan Pemprov Sumbar.

"Untuk diketahui kebun kelapa sawit rakyat di Pessel ini mencapai 41 ribu hektare, dan 36 ribu hektare milik perusahaan. Sementara di Hamparan Surantih, Lengayang, Ranah Pesisir, dan Linggo Sari Baganti seluas 10 ribu hektare hingga kini belum ada pabrik. Memang ada satu izin yang sudah diterbitkan, tapi sampai kini pabriknya belum dibangun," imbuhnya.