Mulai dari Mengurangi Kolestrol Hingga Mencegah Kanker, Ini Segudang Manfaat Minyak Sawit Bagi Kesehatan
Konsumsi Minyak Sawit dan Kesehatan Tubuh, foto : bpdp
Jakarta, kabarsawit.com – Isu minyak sawit telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular. Namun ternyata, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa minyak sawit baik untuk kesehatan, terutama meningkatkan kolesterol baik dan mengurangi kolesterol jahat. Minyak sawit juga tidak mengandung asam lemak trans, yang telah diteliti memiliki efek buruk pada kesehatan.
Vitamin A, vitamin E, dan asam lemak esensial ditemukan dalam minyak sawit. Keduanya berfungsi sebagai antioksidan dan senyawa aktif yang mencegah pertumbuhan tumor dan kanker. Studi telah menunjukkan bahwa menggunakan minyak sawit lebih baik daripada jenis minyak nabati lainnya dalam mengendalikan pertumbuhan kanker dan tumor.
Minyak sawit telah digunakan secara luas selama ribuan tahun, tetapi masih ada perdebatan tentang keamanan dan manfaatnya untuk kesehatan. Beberapa organisasi kesehatan internasional telah mengeluarkan peringatan tentang efek buruknya pada kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan obesitas. Namun, ada juga bukti bahwa, dalam jumlah yang wajar, minyak sawit dapat bermanfaat bagi kesehatan.
Menurut jurnal Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute yang ditulis oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung, senyawa bioaktif, yang juga disebut sebagai fitonutrient atau mikronutrient, adalah zat nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan manusia. Fitonutrient ini terdapat pada minyak sawit, dan baik dikonsumsi manusia.
Selain itu, minyak sawit juga kaya akan bioaktif seperti co-enzym Q10, phenolics, ubiquinone, squalene, fitosterol, tocopherols dan tocotrienols, karoten, dan komponen minor lainnya.
Fitosterol, juga dikenal sebagai phytosterols, adalah salah satu senyawa bioaktif dengan konsentrasi tertinggi setelah vitamin A (karotenoid) dan vitamin E (tocols). Fitosterol juga memiliki manfaat untuk mengurangi kadar kolesterol plasma darah, meningkatkan ekskresi kolesterol, memberikan perlindungan pada kardiovaskular, dan pencegahan penyakit kanker.
Pada tahun 2009 telah diteliti bahwa Fitosterol diketahui dapat mencegah kanker paru, ovarium, dan usus.








