https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Industri Sawit Butuh Dukungan BPDPKS Dalam Rangka Mencapai Decent Work and Economic Growth (SDG-8)

Industri Sawit Butuh Dukungan BPDPKS Dalam Rangka Mencapai Decent Work and Economic Growth (SDG-8)

Sustainable Development Goals, foto : bpdp

Jakarta, kabarsawit.com - Industri sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) baik di tingkat regional, nasional, maupun global. Salah satu tujuan SDG yang dapat dicapai oleh industri sawit adalah "Decent Work and Economic Growth" atau Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja (SDG-8). Industri sawit tidak hanya terjadi di negara produsen, tetapi juga dirasakan oleh negara importir dan konsumen minyak sawit di seluruh dunia. Kegiatan hilirisasi minyak sawit di negara-negara konsumen merupakan bagian dari share prosperity dan membuka kesempatan kerja, kesempatan berusaha, dan penciptaan pendapatan (SDG-8).

Hingga saat ini perkebunan sawit memberikan banyak manfaat baik dari segi ekonomi, sosial budaya, dan ekologi yang merupakan pelestarian sumber daya alam dan pelestarian tata air.

Berdasarkan jurnal Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute yang ditulis oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung Perkebunan sawit memiliki banyak manfaat bagi masyarakat lintas generasi di Indonesia dan di seluruh dunia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dasar dari SDGs adalah konsep multifungsi pertanian, sehingga pertanian secara implisit telah memenuhi prinsip-prinsipnya dan merupakan sektor yang berkelanjutan.

Industri kelapa sawit nasional telah diposisikan sebagai komponen solusi untuk membantu pencapaian tujuan SDG di tingkat lokal, daerah, nasional, dan global. Industri kelapa sawit nasional telah berkontribusi pada pencapaian 16 dari 17 tujuan SDG. Dari bidang ekonomi, ada beberapa hal yang telah dicapai oleh industri sawit, diantaranya:

SDG-1 berfungsi untuk menghilangkan kemiskinan; SDG-2 berfungsi menghilangkan kelaparan, kekurangan gizi, dan membangun ketahanan pangan inklusif; SDG-7 berfungsi membangun energi yang berkelanjutan; SDG-8 berfungsi memberikan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja yang inklusif; SDG-9 berfungsi untuk industrialisasi dan inovasi, infrastruktur, dan pengurangan ketimpangan; SDG-10 berfungsi untuk pengurangan ketimpangan; dan SDG-12 berfungsi untuk konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Selain itu, ada juga bidang sosial yang telah dicapai oleh industri sawit, yaitu SDG-3 untuk kesehatan dan kesejahteraan; SDG-4 untuk pendidikan berkualitas yang inklusif; SDG-5 untuk kesamaan gender; SDG-6 untuk ketersediaan air bersih dan sanitasi; SDG-11 untuk pembangunan kota dan desa yang inklusif, aman, dan berkelanjutan; dan SDG-16 untuk perdamaian dan keadilan sosial yang inklusif.

Sektor sawit juga berkontribusi pada pencapaian bidang lingkungan, yaitu sebagai berikut: SDG-13 untuk mengatasi dampak global dari perubahan iklim; SDG-14 untuk konservasi dan pemanfaaran sumber daya perairan secara berkelanjutan; dan SDG-15 untuk pengelolaan secara berkelanjutan biodiversitas, ekosistem daratan, dan hutan.

Untuk mendapatkan informasi tentang kontribusi industri sawit terhadap SDGs, terutama sebagai "senjata" untuk melawan kampanye dan kebijakan negatif yang mendiskriminasi sawit serta sebagai alat promosi sawit untuk meningkatkan penerimaan di pasar global, penelitian mengenai topik ini sangat dibutuhkan dengan menggunakan data yang diperbarui dari hulu ke hilir dan pendekatan (metode analisis).

Karena itu, pemerintah melalui BPDPKS, dapat memanfaatkan dana riset sawit, untuk digunakan melakukan penelitian tentang masalah tersebut.