3 Faktor Penentu Harga TBS Sawit Petani Swadaya, Apa Saja?
Ilustrasi-petani sawit, foto : dok kabarsawit
Bengkulu, kabarsawit.com - Tim Penetapan Harga TBS kelapa sawit Bengkulu kini menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sebesar Rp 2 ribu per kilogram untuk petani bermitra, sementara petani swadaya masih belum bergantung pada harga tersebut.
Menurut Rosmala Dewi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, harga TBS kelapa sawit di Bengkulu hanya berlaku untuk petani bermitra. Petani swadaya tidak terpengaruh oleh harga tersebut.
“Harus diingat bahwa penetapan tersebut hanya ditujukan untuk petani bermitra, sementara petani swadaya didasarkan pada harga pasar yang disepakati oleh kedua belah pihak. Dengan mempertimbangkan kualitas TBS itu sendiri,” ujarnya kemarin.
Meskipun demikian, Rosmala mengatakan bahwa petani sawit swadaya sering mengajukan keluhan tentang harga jual yang tidak sesuai dengan harga penetapan. Menurutnya, hal ini wajar karena petani sawit swadaya mengikuti harga pasar yang ditentukan berdasarkan tiga faktor.
“Jangan menjual jika Anda tidak setuju. TBS tidak bermitra itu mengikuti harga pasar, kemudian berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan terakhir kualitas TBS. Itu faktor-faktornya,” jelasnya.
Dia juga meminta petani swadaya yang belum berkolaborasi untuk segera berkolaborasi dengan pabrik. Hal ini sangat penting untuk mencegah fluktuasi harga TBS. Selain itu dengan mengikuti harga yang ditetapkan akan menjaga kestabilan harga.
Menurutnya, petani harus bermitra dengan pabrik kelapa sawit agar harga TBS stabil.
Dia menambahkan, perubahan harga pasaran atau di luar harga penetapan tim bergantung pada masa panen. Jika ketersediaan TBS sedikit di level petani, harga pasaran bisa tinggi melebihi harga yang ditetapkan, tetapi ketika TBS cukup banyak, harga beli dari pabrik akan turun.
" Kami mendorong mereka untuk berkolaborasi untuk mencegah fluktuasi, tetapi mereka cukup cerdas untuk menolak kolaborasi saat buah dengan harga sedikit tinggi. Itu benar-benar kompleks.."
Saat ini, ada sekitar 400 ribu hektar perkebunan sawit di Bengkulu, dengan sekitar 230 ribu hektar dimiliki oleh petani swadaya. Oleh karena itu, pemerintah Provinsi Bengkulu terus mengupayakan agar para petani sawit swadaya segera bermitra.








