https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pemda Bengkulu Dorong Hilirisasi Kelapa Sawit

Pemda Bengkulu Dorong Hilirisasi Kelapa Sawit

Pabrik minyak goreng, salah satu industri hilir kelapa sawit. foto: Divhumas Polri

Bengkulu, kabarsawit.com - Sektor ekonomi Bengkulu sangat dipengaruhi oleh kelapa sawit. Produk domestik regional bruto (PDRB) subsektor ini sangat besar pada triwulan II 2023.

Menurut Win Rizal, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, perkebunan sawit yang merupakan kontributor utama terhadap PDRB pertanian, terus mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu.

"Tapi kami tidak langsung puas,  kami meminta pemerintah untuk mengoptimalkan subsektor perkebunan, terutama kelapa sawit, agar kinerja pertanian dapat ditingkatkan, yang berdampak pada perekonomian daerah,” ujar Win, Senin (7/8).

Salah satu tindakan yang dapat diambil oleh pemda Bengkulu adalah mendorong hilirisasi dalam upaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk. "Hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah dan ekpor sehingga devisa naik, menciptakan lapangan kerja, dan membuat neraca perdagangan positif. Kalau kita tidak mendorong hilirisasi sawit, maka nilai tidak akan bertambah.

Selain itu, dia meminta pemda dan perusahaan untuk meningkatkan ekspor kelapa sawit dengan gencar melakukan promosi dan mencari pasar baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami berharap pemda dan perusahaan terus memperbaiki industri kelapa sawit Bengkulu. Kesejahteraan masyarakat, termasuk petani, akan meningkat dengan hilirisasi komoditas ini,” sambungnya.

Sementara itu, Bukhari, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Bengkulu, mengatakan bahwa pengembangan kelapa sawit dari hulu ke hilir harus menjadi prioritas utama. Ini harus dicapai melalui konsep pembangunan subsektor perkebunan yang terkonsolidasi dan integratif.

Menurutnya, pengembangan kawasan perkebunan harus dilakukan secara terpadu melalui peningkatan dan pengembangan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi produksi maju yang tepat guna, dan pengembangan sumber daya manusia dan institusi petani.

Secara berkelanjutan, pengembangan perkebunan harus dapat meningkatkan produktivitas, produksi, nilai tambah, daya saing, ekspor, investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Pada tahun 2020–2024, Kementerian Pertanian juga berfokus pada hal ini. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong pemerintah daerah dan perusahaan kelapa sawit di Bengkulu untuk dapat hilirisasi produk kelapa sawit. Tujuan kami adalah untuk mendorong sektor kelapa sawit di Bengkulu untuk maju,” pungkasnya