Pertemuan BKSAP DPR RI dan UE Bahas Hambatan Perdagangaan Minyak Sawit
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon bertukar cenderamata usai pertemuan bilateral dengan Parlemen Eropa di sela agenda 'ASEAN Inter-Parliamentary Assembly' (AIPA) ke-44 di Jakarta. Foto: dpr.go.id
Jakarta, kabarsawit.com - Di sela agenda 'ASEAN Inter-Parliamentary Assembly' (AIPA) ke-44, Fadli Zon, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, melakukan pertemuan bilateral dengan Parlemen Eropa.
Selama pertemuan tersebut, kedua negara membahas kemajuan dalam perundingan mengenai ‘Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement’ (I-EU CEPA).
"Kita masih ada satu perundingan terkait dengan ‘Comprehensive Economic Partnership Agreement’ (EU-CEPA) yang terus dibahas dan mudah-mudahan akan segera selesai, sehingga kita dapat melakukan perdagangan yang lebih intensif dengan Uni Eropa (UE),” ujar Fadli.
Fadli berharap Indonesia juga ke depannya dapat memiliki perjanjian ekonomi dengan UE karena Vietnam dan Singapura adalah dua negara anggota ASEAN yang telah melakukannya.
“Kita berharap Indonesia akan memiliki perjanjian ekonomi dengan UE sehingga tidak ada lagi kriteria atau hambatan perdagangan antara kita dengan UE,” terangnya di Fairmont, Jakarta, dua hari lalu.
Disebutkan bahwa selain menjadi pasar yang besar, Indonesia juga merupakan pasar yang potensial bagi produk kita. Oleh karena itu, ini sangat penting tidak hanya di ASEAN, tetapi juga secara bilateral antara Uni Eropa dan Indonesia.
Dengan demikian, diharapkan bahwa pertemuan bilateral antara Indonesia dan UE akan memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara.
“Misalnya, dalam hal minyak kelapa sawit dan biji nikel, kita semua tahu bahwa ada perselisihan antara Indonesia dan Uni Eropa dengan parlemen Eropa terkait nikel,” tutupnya.








