Biosolar Makin Langka, Petani Sawit Kesusahan
Biosolar kosong di SPBU, foto : Dok. Kabar Sawit
Bengkulu, kabarsawit.com - Antrean panjang mobil di beberapa Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bengkulu menunjukkan petani kelapa sawit di wilayah itu menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar subsidi. Beberapa dari mereka bahkan harus rela menunggu selama dua hari untuk mendapatkan biosolar.
Ir Mulyani, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi karena kuota BBM biosolar untuk wilayah Bengkulu telah melebihi batas penggunaan yang ditetapkan.
Pada bulan Juni, penggunaan biosolar sudah melebihi kuota sebesar 2%. Akibatnya, distribusi biosolar dikurangi dari yang biasanya 32.000 liter menjadi 16.000 liter.
“Konsumsi bio solar di Bengkulu melebihi kuota bulan lalu. Akibatnya, Pertamina harus mengurangi distribusi untuk memastikan pasokan biosolar cukup hingga akhir tahun,” sebut Mulyani, kemarin.
Walau begitu, Mulyani mengatakan bahwa pihaknya akan meminta Pertamina menambah kuota pasokan solar untuk mencegah antrean panjang di SPBU.
“Kami rencananya mau minta kuota biosolar tambahan, nanti akan kami diskusikan dengan Pertamina,” lanjutnya.
Mulyani menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan penelitian tentang kebutuhan masyarakat akan pasokan solar. Namun, perkiraan usulan yang akan diajukan akan mencakup sekitar 10% dari kuota pasokan solar pada tahun 2023.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menerima kuota pasokan solar sebanyak 105.696 kilo liter pada tahun ini, dengan usulan sekitar 10 ribu kilo liter yang akan diajukan kepada Pertamina.
“Kami akan mengusulkan sekitar 10% dari kuota saat ini, yang diharapkan dapat mengurangi antrean di SPBU dan memenuhi kebutuhan biosolar masyarakat,” usul Mulyani.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan BBM biosolar subsidi, Pemprov Bengkulu bekerja sama dengan Pertamina. Untuk memastikan pasokan BBM biosolar yang memadai bagi masyarakat, hal-hal seperti meningkatkan kuota pasokan dan mengawasi distribusi sedang dipertimbangkan.
“Untuk memastikan ketersediaan pasokan biosolar, kami juga akan bekerja sama dengan Pertamina,”
Sementara itu, Mochammad Farid Akbar, Manajer Area Penjualan Bengkulu, mengatakan bahwa pihaknya akan mengawasi mobil yang mengisi biosolar subsidi. Jika pemilik mobil angkutan batu bara atau sawit ditemukan mengisi biosolar subsidi, QR Code mereka akan diblokir.
“Salah satu upaya kami adalah untuk menghindari masalah antrean panjang, karena selama ini banyak angkutan batu bara dan sawit yang ikut antri untuk membeli biosolar subsidi,”








