Dukung Anak Muda Lanjutkan Pilar Sawit, #YoungElaeis Ambassadors Digelar
Launching #YoungElaeis di Jakarta, foto : ist
Jakarta, kabarsawit.com - Di Jakarta, Indonesia, dan Tegucigalpa, Honduras, pada hari Sabtu (12/8) Dewan Negara-Negara Pabrikan Minyak Sawit (CPOPC) meluncurkan YoungElaeis Ambassador atau Duta Muda Minyak Sawit.
"Keterampilan Hijau untuk Pemuda dan Peran Industri Minyak Sawit Dalam Mencapai Dunia Berkelanjutan" merupakan tema dalam gelaran teresebut.
Perwakilan dari kedutaan negara-negara produsen dan konsumen di Jakarta, diaspora, asosiasi pemuda, dan para pemangku kepentingan minyak sawit menghadiri gelaran tersebut.
Program #Young Elaeis Ambassador bertujuan untuk melibatkan dan mendidik generasi muda untuk berkontribusi pada pilar keberlanjutan industri minyak sawit sebagai pemeran dan konsumen masa depan.
Dr. Rizal Affandi Lukman, Sekretaris Jenderal CPOPC, mengatakan bahwa generasi muda perlu mengatasi kesulitan yang dihadapi negara-negara penghasil minyak sawit untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Seperti yang disampaikan oleh perwakilan petani sawit Indonesia dan Malaysia pada Lokakarya Petani Internasional bulan lalu di Melaka, Malaysia, ada fenomena yang membuat orang khawatir tentang keberlanjutan sektor sawit. Mereka mengatakan bahwa generasi muda tidak terlalu bersemangat untuk terus menjadi petani kelapa sawit.
“Potensi dan inovasi anak muda sangat penting untuk terus memenuhi permintaan sawit yang tinggi. Sayangnya itu nggak akan tercapai kalau nggak ada keinginan dari anak muda itu sendiri,” paparnya.
Para pejabat senior dari masing-masing negara anggota CPOPC percaya bahwa generasi muda akan memainkan peran yang signifikan dalam menentukan masa depan dunia yang berkelanjutan.
Seperti yang dinyatakan oleh YBhg. Dato' Mad Zaidi Bin Mohd Karli, Sekretaris Jenderal Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia, palem adalah contoh terbaik dari jenis komoditas yang dapat dibudidayakan karena manfaatnya bagus, selain itu memiliki komitme terhadap produksi yang bertanggung jawab, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.
Dato' Mad Zaidi menekankan bahwa di Hari Pemuda Internasional, peluncuran program #YoungElaeis menunjukkan betapa pentingnya pemikiran anak muda untuk mendorong perubahan dan mempromosikan keberlanjutan di dunia modern.
Dr. Musdhalifah Machmud, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Agribisnis Bidang Perekonomian RI, berpendapat bahwa, karena peran dan kontribusi kelapa sawit sebagai bagian dari kebutuhan pangan dan energi, diperlukan tindakan bersama dengan generasi milenial untuk menunjukkan nilai keberlanjutan dari hulu ke hilir kelapa sawit dan meningkatkan harmonisasi People, Profit, dan Planet.
Musdhalifah menambahkan bahwa masa depan industri sawit nasional kita sangat dipengaruhi oleh peran generasi muda atau milenial sebagai orang pertama yang menyampaikan informasi tentang komoditas sawit dengan benar.
Sementara itu, Mr. Lid Roy Lazo Rodríguez, Wakil Sekretaris Negara di Kantor Pertanian, Kementerian Pertanian dan Peternakan Honduras, memberikan sambutan di acara peluncuran di Tegucigalpa, Honduras, pada pukul 23.00 hingga 00.30 waktu Jakarta.
Di Indonesia dan Honduras, acara peluncuran tersebut membahas peran kelapa sawit sebagai sumber keterampilan hijau bagi pemuda untuk mencapai dunia yang berkelanjutan.
Selain itu, Andi Hilmi Malawakkil, seorang pengusaha muda yang mendirikan dan mengelola perusahaan Minyak Goreng Bekas (UCO) untuk membantu nelayan lokal mendapatkan biodiesel dengan harga terjangkau dari UCO, turut hadir dalam gelaran tersebut.
Di bawah Program #YoungElaeis, ada pendanaan proyek sebesar 26 ribu dolar, atau 390 juta rupiah. Empat pemenang juga akan mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang industri minyak sawit berkelanjutan di Malaysia dan Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang program #Young Elaeis Ambassadors, silahkan buka situs web CPOPC, batas waktu pengajuan adalah 15 September 2023.








