PPI Penuh dengan Pensiunan PNS Hingga Swasta, Petani Sawit Kok Tidak Masuk
Pengurus PPI Bengkulu, foto : ist
Bengkulu, kabarsawit.com - Achmad Sardi, ketua Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Bengkulu, meminta para pensiunan dari perusahaan kelapa sawit di Bengkulu untuk bergabung dengan organisasi PPI. Pensiunan diharapkan dapat membantu pembangunan daerah dengan bergabung di PPI.
Saat ini ada banyak pensiunan di Bengkulu yang telah bergabung dengan PPI dari berbagai latar belakang, seperti pensiunan PNS, perusahaan BUMN, BUMD, dan karyawan pabrik. “Sampai sekarang belum ada pensiunan dari perusahaan perkebunan sawit yang bergabung. Karena itu, kami mendorong mereka untuk menjadi anggota PPI,” ujar Achmad, kemarin.
Tidak tahu pasti mengapa pensiunan dari perusahaan sawit tidak bergabung dengan PPI Bengkulu. Mungkin karena tidak adanya informasi.
Achmad menegaskan bahwa PPI Bengkulu selalu menyambut pensiunan dari berbagai sektor untuk bergabung dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi. Dia mengatakan, "Mari kita bersama-sama memberikan impact positif bagi masyarakat Bengkulu."
Dia percaya bahwa para pensiunan perusahaan perkebunan sawit memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman yang akan sangat membantu pembangunan daerah.
“Karena itu, manfaat bergabung dengan PPI adalah membuka kesempatan untuk tetap terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat dan menjalin hubungan dengan sesama pensiunan dari latar belakang yang beragam,” jelasnya
Dia juga mengatakan bahwa PPI Bengkulu menawarkan berbagai program dan kegiatan yang sesuai dengan pengalaman anggota untuk membuat mereka merasa berharga dan mempertahankan semangat kebersamaan di antara anggota. "Kami berharap pensiunan dari perusahaan kelapa sawit maupun dari sektor lain tetap bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah meskipun mereka sudah tidak bekerja di sektor formal."
Anggota PPI Bengkulu berharap dapat bekerja sama dan menciptakan sinergi yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mereka ingin mengisi hari tua mereka dengan kegiatan produktif,” pungkas Achmad.








