https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ketimbang Cangkang Sawit, Briket Sampah Lebih Potensial

Ketimbang Cangkang Sawit, Briket Sampah Lebih Potensial

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi.

Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Kota Bengkulu berupaya mengganti bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan briket cangkang sawit dengan briket sampah. 

Briket sampah plastik yang dibuat sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara dan cangkang akan diusulkan ke PLTU PT Tenaga Listrik (TLB) Bengkulu.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan pihak PT TLB untuk memanfaatkan pengelolaan briket berbahan sampah menyusul berkurangnya batu bara dan cangkang sawit di daerah

Hal ini sekaligus sebagai upaya pengelolaan sampah yang banyak berserak di Kota Bengkulu.

"Seperti kita lihat, saat ini PT TLB sedang kekurangan bahan bakar. Nah, ini bisa menjadi salah satu alternatif, akan kami tawarkan pengelolaan briket sampah menjadi bahan bakar pengganti," kata Dedy, kemarin.

Dedy menjelaskan, potensi sampah diolah menjadi briket di Kota Bengkulu cukup tinggi dan dirasa menjadi langkah efektif untuk mengurangi limbah sampah. Dengan banyaknya sampah berserak di kota, ia berharap dapat menjadi solusi pemenuhan kebutuhan daya pembangkit listrik tenaga uap. 

"Pengelolaan pembakaran sampah menjadi briket saat ini tengah kami lakukan penjajakan. Apakah nantinya perusahaan dari Korea yang akan menggarap atau ada perusahaan lain. Baru setelah diolah, briket inilah yang nantinya disuplai PT TLB," ujar Dedy.

Selain itu, Dedy meminta nantinya pengelolaan sampah sejalan dari hulu, di mana sampah rumah tangga harus dipilah sesuai dengan kriterianya.

"Jika ini terwujud, kedepan kami minta agar sampah rumah tangga juga dikelola. Dipisahkan antara sampah yang dapat didaur ulang, dengan sampah basah yang bisa dijadikan pupuk organik. Jadi dua-duanya sangat bermanfaat dan dapat bernilai ekonomis," kata Dedy.

Meski langkah tersebut masih dalam tahap penjajakan, Pemkot Bengkulu berharap dukungan dari berbagai pihak agar upaya tersebut dapat terwujud. 

"Briket sampah ini sangat potensial ketimbang briket cangkang sawit maupun batu bara," tutup Dedy Wahyudi.