https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Karena Musim Trek, Harga TBS Jadi Stagnan

Karena Musim Trek, Harga TBS Jadi Stagnan

Ilustrasi Tandan Buah Segar Sawit, foto : Dok Kabar Sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur mengalami masalah yang sama, dimana harga TBS sawit stagnan saat produksi turun atau saat musim trek.

Sebelumnya, harga TBS sawit di dua wilayah di Provinsi Bengkulu itu sempat menyentuh Rp2.000/kg.

Contohnya PT KGS di Kabupaten Kaur, mereka hanya membeli TBS sawit petani dengan harga Rp2.000/kg, meskipun sebelumnya sempat menaikkan harga hingga Rp 60/kg.

Menurut Yuliman, Asisten Pembelian Buah PT KGS, harga beli TBS sawit petani saat ini bermacam-macam. Harga per kilogram di Bintuhan adalah Rp 1.740/kg dan di Padang Guci adalah Rp 1.830/kg. dan di Bengkulu Selatan masih stagnan di Rp 1.910 per kilogram.

“Kami dapat mengatakan bahwa harga sawit tidak naik dan tetap stabil,” ujar Yuliman, kemarin.

Hal yang sama juga terjadi di PT APLS. Pabrik kelapa sawit membeli TBS dari petani berdasarkan kondisi buah, tetapi harganya tidak jauh berbeda dari pabrik lainnya. Harganya masih berkisar antara Rp 1.690 dan Rp 1.720/kg.

Salah seorang petani sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Arman, mengatakan produksi sawit di daerahnya saat ini sedang turun. Di tengah musim trek ini, harga jual TBS sawit juga tidak bergerak dari angka Rp1.900-an/kg.

"Di tahun ini saja sudah ada 2 kali musim trek. Biasanya kan satu musim trek cuma 1 kali, ini jadi 2 kali, untuk penyebab treknya kita tidak tahu," ujar Arman.

Humas PT BSL, Idius Safari, juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan pasokan TBS sawit ke pabrik mulai berkurang. Bahan baku yang sedang diproses tidak akan mencukupi untuk beberapa hari ke depan.

"Pasokan TBS sawit petani menurun, yang mengakibatkan produksi CPO juga menurun,” tutupnya.