Langkah ini Bisa Selamatkan Petani Sawit dari El Nino
Kebun sawit yang kekeringan, foto : Dok Kabar Sawit
Bengkulu, kabarsawit.com - Petani sawit diingatkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bengkulu untuk tetap waspada terhadap efek fenomena El Niño.
Gangguan cuaca belum berdampak besar pada daerah Provinsi Bengkulu, meskipun telah berdampak pada sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG tetap menekankan pentingnya tindakan pencegahan dan pengelolaan air yang cerdas.
Puncak fenomena El Niño diperkirakan terjadi pada Desember 2023, menurut Intan, prakirawan BMKG dari Bengkulu. Fenomena ini bahkan telah menyebabkan kekeringan di banyak daerah dari Pulau Jawa hingga Papua.
“Kami minta petani sawit untuk hati-hati dengan el Nino, soalnya bisa dapat merusak produktivitas tanaman sawit,” ujar Intan, kemarin.
Karena tanaman sawit juga merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air, Intan mengingatkan petani sawit untuk menjadi salah satu kelompok yang waspada terhadap peringatan tersebut.
Petani sawit di Provinsi Bengkulu sangat memperhatikan peringatan ini. Mereka meningkatkan efisiensi penggunaan air, meskipun belum tau akan sampai mana dampaknya.
“Karena fenomenaini, kami akan lebih hati-hati menggunakan air,” ucap Budi, seorang petani di Kabupaten Kaur.
Selain itu, diharapkan pemerintah daerah dan lembaga terkait di Provinsi Bengkulu dapat memberikan bantuan dan informasi kepada petani sawit dan kelompok masyarakat lainnya.
“Kami berharap pemerintah daerah dan lembaga terkait di Provinsi Bengkulu dapat memberikan bantuan dan informasi untuk melindungi sektor pertanian dan masyarakat secara keseluruhan dari gangguan alam ini,” tutupnya.








