Petani Sawit yang Mau Kaya Bisa Coba Bibit Simalungun
Tanaman sawit jenis bibit simalungun, foto : ist
Bengkulu, kabarsawit.com - Saat ini, sektor pertanian terutama kelapa sawit, berkembang sangat pesat.
Ada banyak jenis bibit di pasaram, namun yang sedang viral di kalangan petani adalah bibit simalungun. Berbeda dengan bibit pada umumnya, bibit simalungun berkarakter rapat, dan setiap pohon yang pakai bibit ini bisa menghasilkan 12 tandan bahkan lebih setiap kali berbuah.
“Biasanya usia sawit menentukan kualitasnya, kalau biasanya usia 4 tahun yang jumlah tandannya tidak sampai 12, nanti akan kita kelompokkan jadi varietas non-unggul. Bedanya bibit simalungun ini, dia bisa sampai 12 tandan lebih,” jelas Zainal Muktamar, pakar pertanian Bengkulu, Jumat (25/8).
Karena itu Zainal minta petani sawit di Bengkulu pakai bibit simalungun semua, biar tidak ada lagi petani sawit yang miskin. Soalnya paling kecil petani dapat Rp 60 juta sebulan kalau pakai bibit ini.
“Kita umpakan 1 pohon 12 tandan, 100 pohon berarti 1.200 tandan, dan kita anggap lah berat 1 tandan 25 kilo, jadi total berat sawit itu 30 ton dikali Rp 2 ribu per kilo nya, jadi lah profit Rp 60 juta itu,” paparnya.
Kalau petani sawit pakai bibit ini, akan muncul dampak positif dan menguntungkan untuk petani. Salah satu petani yang sudah merasakan manfaat bibit simalungun adalah Budi. Budi sudah membuktikan kalau dia dapat penghasilan yang besar karena pakai bibit unggul.
“Saya suka sekali dengan bibit simalungun ini, tandan di 1 pohon itu lebih dari biasanya, jadi panen meningkat, penghasilan pun ikut naik juga,” ungkap Budi senang.
Bagi Budi selain pengaruh bibit yang unggul, penting juga memperhatikan pemberian pupuk. Karena kalau bibit saja yang diprioritaskan, sementara pupuk tidak, sama saja bohong.
“Selain pakai bibit unggul, saya pakai pupuk yang bagus dan rutin juga agar sawit yang saya dapat banyak,” tutupnya








