DPR Minta Kroasia Bantu Indonesia Ekspor CPO ke Eropa
Wakil Ketua DPR RI, Lodewijk F. Paulus, foto : dpr.go.id
Jakarta, kabarsawit.com - Bagi Indonesia, Republik Kroasia merupakan mitra kerja sama strategis di kawasan Balkan.Indonesia dan Kroasia memulai hubungan diplomatikpada tahun 1992, dan pada bulan September mendatang hubungan bila teralakan genap berusia 31 tahun.
Di bidang ekonomi, menurut Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus, Indonesia mengharapkan Kroasia dapat menjadi pintu masuk ekspor minyak sawit (CPO) Indonesia kekawasan Eropa Tengah dan Timur melalui pelabuhan laut Kroasia.
“Tentu saja ini (kunjungan Parlemen Kroasia) sangat baik dan sesuai dengan yang kita inginkan. Kroasi aadalah negara yang relatif kecil di Eropa, tetapi memiliki pelabuhan laut yang bagus dan ada tiga pelabuhan modern di sana.Jadi apa artinya ini bagi Indonesia?” ujar Lodewijk di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/8).
“Kita tahu bahwa masih ada masalah dengan aksesi CPO ke Uni Eropa. Sekarang kita memiliki pelabuhan modern di Kroasia, diharapkan itu akan menjadi pintu masuk bagi CPO,” tambahnya.
Karena kita diakui oleh Uni Eropa sebagai bagian dari energy bersih. Jadi peluangnya sangat besar. Tentu saja, ini harus berguna untuk membicarakan hubungan bilateral. Tentu saja, kita akan melihat apa yang dikatakan Eropa bahwa kita bisa masuk kesana dan dari Kroasia ke Indonesia.
Turut hadir mendampingi Wakil Ketua Badan KerjaSama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana, Wakil Ketua BKSAP Sukamta, Wakil Ketua BKSAP Ravinda Airlangga dan Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Kroasia Ferdiansyah.
Sementara itu, delegasi Parlemen Kroasia terdiri dari Wakil Ketua Parlemen Kroasia Davorko Vidovic, Anggota Parlemen Grup Persahabatan Kroasia-Indonesia Ivan Celic, dan Duta Besar Republik Kroasia untuk Republik Indonesia dan ASEAN Nebojsa Koharović.








