https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

BPDPKS Sediakan 5 Paket Sarpras, Petani Sawit Diminta Ambil

BPDPKS Sediakan 5 Paket Sarpras, Petani Sawit Diminta Ambil

Penjelasan program Sarpras oleh Bupati Bengkalis Kasmarni, foto : Diskominfo Bengkalis

Bengkalis, kabarsawit.com - Guna memfasilitasi pengembangan kelapa sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan bantuan melalui program sarana prasarana dan sumber daya (sarpras) kelapa sawit. Sayangnya, tidak semua petani sawit tahu cara mendapatkan bantuan ini.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, telah melakukan Sosialisasi Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit BPDPKS di Duri pada Rabu (30/8). Bupati Kasmarni langsung membuka acara tersebut.

Kasmarni mengatakan, Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Riau. Untuk itu diperlukan perhatian khusus agar dapat menjadi penopang perekonomian daerah.

“Bengkalis punya luas lahan kelapa sawit sekitar 130.547,7 hektare dan jumlah penduduk rakyat kecil sebanyak 41.650 KK. Tentunya kapasitas tersebut akan kita dukung dan dorong,” ujarnya.

Saat ditemui para petani kelapa sawit, khususnya di wilayah Mandau, Bathin Solapan, Pinggir, dan Talang Muandau, Kasmarni mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, BPDPKS telah mengalokasikan lima paket program sarpras untuk pemerintah Bengkalis. Merupakan bantuan intensifikasi seluas 150 hektar, pembangunan jalan jenis produksi 100 hektar, 1 unit alat angkut, 2 buah sertifikat ISPO, dan 1 buah peralatan pasca panen.

“Seluruh petani yang menanam sawit akan diberikan sumber daya dari perusahaan seperti serikat tani, koperasi perkebunan, dan lembaga lainnya,” terang Kasmarni.

Ia menegaskan, Pemkab Bengkalis berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan dan produksi kelapa sawit di Negeri Junjungan.

“Makanya saya pesan kepada para petani sawit di Bengkalis untuk memanfaatkan program Sarpras yang ditawarkan BPDPKS untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanamannya sehingga dapat tumbuh dan sejahtera dalam meningkatkan pendapatan dan akses terhadap kepentingan petani,” tutur Kasmarni.