Akhirnya, Kemacetan di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Lancar
Antrian truk menuju pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Sejumlah truk bermuatan cangkang sawit dan CPO masih harus mengantri masuk ke Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Antrian ini sejak dua hari lalu.
Penumpukan kendaraan terjadi karena Jembatan Timbang di pelabuhan rusak. Akibatnya antrian mengular hingga sepanjang dua kilometer dari Simpang Betungan hingga pintu masuk pelabuhan.
Salah seorang sopir truk CPO, Rudianto mengatakan, sejak Rabu kemarin sudah terjebak di pintu masuk pelabuhan. Menurutnya antrian terjadi karena Jembatan Timbang masuk pelabuhan rusak, serta banyaknya truk masuk dari luar Provinsi Bengkulu, seperti dari Jambi.
"Gara-gara truk-truk dari luar daerah itu, kami yang terdampak. Padahal selama ini jembatan timbang aman, tapi karena banyaknya angkutan batu bara dari daerah lain memperparah kondisi," ujarnya kepada kabarsawit.com, Kamis.
Melihat kondisi itu, Pemprov Bengkulu langsung gerak cepat. Bersama Lantas Polda Bengkulu, truk-truk tersebut pun diterbitkan. Bahkan Pemrov juga menyediakan parkir darurat yang terletak tidak jauh dari Pelabuhan Ikan.
Alhasil, arus lalu lintas masuk ke pelabuhan mulai meregang. "Kami sudah urai permasalahan kemacetan ini. Sebelumnya masuk ke pelabuhan dua jalur, sekarang kita bikin tiga. Kendaraan yang ke Pulau Enggano juga sudah bisa," kata Asisten II Pemprov Bengkulu, Fachriza.
Dari penjelasan PT Pelindo Bengkulu, kata Fachriza, kemacetan tidak hanya karena Jembatan Timbang rusak. Namun juga karena dua kapal tongkang batubara yang terhambat melakukan bongkar muat akibat cuaca buruk.
"Gara-gara itu, truk batu bara tidak dapat melakukan pembongkaran di stockpile," ujarnya.
Perbaikan jalan di lokasi pelabuhan juga membikin arus lalu lintas di sana terhambat.
"Dari hasil pertemuan Kadis ESDM Bengkulu dengan APBB, untuk mengurangi antrian panjang, beberapa perusahaan juga diminta menghentikan sementara pengangkutan dari Kabupaten Bengkulu Utara," imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Pelindo Bengkulu, kapal tongkang yang sebelumnya terhambat masuk pelabuhan, saat ini sudah lancar.
"Jadi karena satu confire bisa melakukan bongkar muat hingga 8 ribu ton, diperkirakan hingga 3 hari ke depan, aktivitas bongkar muat bisa berjalan lancar seperti biasanya," pungkas Fachriza.








