https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Seluruh Timbangan Sawit Mukomuko akan Diverifikasi Ulang

Seluruh Timbangan Sawit Mukomuko akan Diverifikasi Ulang

Timbangan sawit, foto : ist

Bengkulu, kabarsawit.com - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, akan melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh timbangan sawit atau ram disana. Langkah ini diambil untuk mencegah para petani merugi akibat ulah oknum operator sawit yang tidak bertanggung jawab.

Nurdiana MAP, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop UKM) Kabupaten Mukomuko, mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan terhadap alat Ukur Takar Timbang dan perlengkapannya (UTTP), termasuk juga ram kelapa sawit. Hal ini sejalan dengan arahan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 67 tahun 2018, yang mewajibkan alat UTTP menjalani verifikasi ulang setiap tahun.

"Verifikasi ulang alat timbang sawit sangat penting untuk memastikan akurasi metrologi. Kesalahan dalam menimbang alat timbang dapat menyebabkan kerugian yang signifikan bagi petani yang menjual kelapa sawit," ujar Nurdiana pada hari Minggu (15/10).

Ia mengatakan bahwa UPTD Metrologi bertujuan untuk menyelesaikan proses sertifikasi ulang UTTD pada akhir tahun 2023. "Kami berkomitmen untuk menjaga integritas Mukomuko dalam industri kelapa sawit. Ada banyak timbangan yang dimiliki oleh pengusaha kelapa sawit di Mukomuko dan kami menargetkan untuk menyelesaikan proses re-sertifikasi pada akhir tahun ini,” ucapnya.

Ia berharap bahwa proses pengujian ulang ini akan memberikan insentif positif bagi para pengusaha kelapa sawit untuk mematuhi peraturan dan menjaga keakuratan alat timbang. Para pengusaha kelapa sawit diharapkan dapat bekerja sama dalam proses tera ulang ini. "Kami ingin industri kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko beroperasi secara transparan dan jujur,” terangnya.

“Kami berharap agar risiko kerugian yang dialami petani akibat kecurangan alat timbang dapat diminimalisir. Dengan demikian, keberlangsungan industri kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko dapat terjamin," lanjutnya.