https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pesantren Ini Bantu Integrasi Sawit-Sapi

Pesantren Ini Bantu Integrasi Sawit-Sapi

Kepala Dinas Pertanian Agam, Ir Afniwirman berkunjung ke Pondok Pesantren Siti Manggopoh, (Ist)

Sumbar, kabarsawit.com - Pondok Pesantren Siti Manggopoh akan menerima sapi dari pemerintah.

Program ini merupakan salah satu inisiatif dari Dinas Pertanian Provinsi Agam (Sumatera Barat) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit.

Pondok pesantren ini memiliki perkebunan kelapa sawit yang cukup luas. Makanya, program untuk mengintegrasikan sapi ke dalam perkebunan memiliki potensi yang besar.

Dalam kunjungannya ke pondok pesantren, Ir. Afniwirman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, mengatakan bahwa program integrasi sapi sangat cocok untuk Pondok Pesantren Siti Manggopoh karena memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas.

“Pondok pesantren ini memenuhi kriteria tersebut," ujarnya kemarin, Rabu 22 Juni.

Afniwirman menambahkan bahwa kondisi ini juga menggembirakan Kepala Dinas Peternakan Sumatera Barat. Apalagi, pondok pesantren ini sudah berdiri lama.

"Saat ini kami sedang menyusun proposal bersama Fakultas Pertanian Unand. proposal ini akan kami ajukan ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Jakarta,'' katanya.

Langkah ini disambut baik oleh DPW Apkasindo Sumatera Barat. Asosiasi petani sawit ini memang mendukung penuh masuknya ternak sapi ke pesantren.

“Tentu saja ini akan sangat bermanfaat bagi pesantren. Hal ini dapat digunakan sebagai kurikulum di luar kurikulum yang sudah ada dalam hal peningkatan pendapatan. Misalnya, dalam hal menciptakan kesadaran di kalangan santri tentang beternak sapi," ujar Jufri Nur, Ketua DPW Apkasindo Sumatera Barat.

Sekolah Pesantren didirikan pada tahun 1993. Sekolah ini telah memiliki 400 santri dari tingkat TK hingga SD, MTs dan MA.

Program ini juga sejalan dan mendukung misi Bupati Agam untuk membangun ekonomi masyarakat yang kuat dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dan mempromosikan pariwisata.