Pusat Jangan Salah Kasih Bantuan ke Bengkulu
Diskusi petani gurem dalam penyampaian hasil Long Form SP2020. (Istimewa)
Bengkulu, kabarsawit.com - Pejabat Fungsional Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu Nasrul mengatakan bantuan pertanian yang diberikan pemerintah pusat ke daerah itu banyak tidak tepat sasaran.
"Terkhusus bagi petani sawit gurem (kecil) yang hanya memiliki sekitar satu hektare lahan, banyak yang tak dapat bantuan," kata Nasrul kepada kabarsawit.com, Selasa (31/1).
Dari monitoring Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) milik Kementerian Pertanian RI, terlihat kata Nasrul banyak bantuan pertanian yang disalurkan tidak sampai kepada petani gurem.
"Ketika diusulkan dalam aplikasi, memang jumlahnya real. Penerimanya ada dan diakses kelompok tani. Hanya saja ketika ditelusuri, tidak ada satupun petani gurem yang mendapatkan bantuan," kata Nasrul.
Hal inilah yang kemudian menempatkan indeks petani di Provinsi Bengkulu hanya sebesar 1,3 persen sehingga kebutuhan hidup petani gurem tidak sampai satu tahun.
Kondisi tersebut, lanjut Nasrul membuat petani gurem tidak sejahtera dan masuk dalam deretan penduduk miskin di Bengkulu.
Sehingga yang awalnya program pemerintah yang pro rakyat, justru tidak jadi pro rakyat karena nyatanya bantuan tersebut salah sasaran dan dinikmati petani besar.
Karenanya, Nasrul mendorong pemerintah pusat agar memperbaiki program penyaluran bantuan pertanian bagi petani daerah melalui aplikasi Simhultan dan program lainnya.
"Sebab, tidak tepat sasaran. Pada akhirnya tidak mencukupi kebutuhan hidup para petani di sana. Gara-gara itu mereka banyak yang menyambi sebagai buruh panen dan buruh kebersihan. Di sinilah kenapa petani gurem itu ibarat gajah di pelupuk mata tak nampak. Jumlahnya banyak, tapi tidak kebagian bantuan," kata Nasrul.








