Sudah Cair Rp 135 Miliar Lebih, Dana PSR Jambi Belum Keluar Semua
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal, foto : dok kabarsawit
Jambi, kabarsawit.com - Hingga awal Desember 2023, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi akan mencatat pengembangan rekomendasi teknis Dirjenbun dan BPDPKS, dan dana yang disalurkan dalam program PSR telah dilaksanakan di 31 lembaga pertanian.
Berdasarkan data yang diterima dari Disbun Jambi, luas lahan petani yang mendapat rekomendasi yang tersebar di 8 kabupaten Sentra Kelapa Sawit Jambi mencapai 4.530.6409 hektare.
"Penyaluran dana PSR dari BPDPKS sebesar 135.919.227.000," kata Kadisbun di provinsi Jambi Agusrizal, Senin (11/12).
Menurut Agusrizal, setidaknya 17 organisasi tani masih dalam proses penerimaan rekomendasi. Lembaga pertanian tersebar di 4 kabupaten: Merangin, Muarojambi, Tanjungjabung Barat dan Sarolangun.
"Total luas lahan adalah 1.673.9273 hektare," kata Agusrizal.
Ia mengakui pencapaian implementasi PSR pada tahun 2023 belum mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula. Adapun target PSR tahun depan, Agusrizal mengatakan tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini.
"7.000 hektar masih terjual tahun ini, tidak juga mengejar target 10 juta," katanya.
Menurut Agusrizal, masih ada beberapa kendala terkait PSR yang belum mengarah pada tujuan tersebut, dan konon faktor terbesar datang dari para petani itu sendiri. Karena harga sawit naik, para petani menjadi enggan untuk mengajukan PSR.
"Jadi kalau kita dalam proses intinya tinggal menunggu, ada pertimbangan alokasi dana dari BPDPKS. Tapi kami juga dorong untuk terakhir di tanggal 15 ini. Kalaupun tidak cair sampai tanggal itu, saya kira akan mulai cair pada 2024," katanya.
Di sisi lain, bagi yang belum mengajukan PSR, Agusrizal menganjurkan agar segera mengajukan melalui organisasi tani, terutama untuk sawit yang sudah memasuki masa tidak produktif.








